ACEH BARAT – Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo, mengatakan, pihaknya menurunkan tim untuk menangani gangguan gajah liar di Kecamatan Panton Reu, dan Pante Ceureumen, Aceh Barat.

“Tadi siang tim dari Conservation Response Unit (CRU) sudah turun ke lokasi. Dipimpin Boim. Malam ini, dari Resort Meulaboh, Satirin dan Mando juga ke sana. Kita juga di-support oleh Dinas Lingkungan Hidup setempat,” kata Sapto, dihubungi portalsatu.com/, 30 Juni 2018, malam.

Menurut Sapto, saat ini gangguan gajah liar sedang terjadi secara simultan di beberapa wilayah di Aceh. “Kita lagi giring juga dengan gajah jinak di Aceh Tengah, sudah dua Minggu. Di Pidie juga sedang terjadi,” ujarnya.

Sapto menambahkan, jika tanpa dukungan semua pihak, maka penghalauan terhadap gajah-gajah liar tersebut tidak akan berjalan mulus.

“Berat bagi kami untuk menangani semua. Karenanya atas bantuan dari semua pihak kita turut berterima kasih,” ungkap dia.

Sebelumnya, kawanan gajah liar mengamuk dan menghancurkan paling tidak 40 hektare kebun sawit warga Gampong (Desa) Sibintang, Kecamatan Panton Reu, Aceh Barat. Selain di Sibintang, satwa dilindungi itu juga mengobrak-abrik kebun sawit di Gampong Teungoh, Kecamatan Pante Ceureumen.[]