Minggu, Juli 14, 2024

Tanggapan Ketua DPRK Aceh...

ACEH UTARA - Mendagri Tito Karnavian memperpanjang masa jabatan Pj. Bupati Aceh Utara...

Selamat! 2 Siswa Kota...

SUBULUSSALAM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Balai Pengembangan Talenta...

Besok, Mahyuzar akan Terima...

ACEH UTARA - Dr. Mahyuzar, M.Si., akan menerima Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang...

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...
BerandaBerita Gayo LuesBLT Tahun 2021...

BLT Tahun 2021 tak Disalurkan, Warga Minta Polres Gayo Lues Selidiki

BLANGKEJEREN – Warga Desa Rema Baru, Kecamatan Kutapanjang, Kabupaten Gayo Lues, meminta penegak hukum menelusuri Dana Desa Rema Baru tahun 2021. Pasalnya, Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahun 2021 tidak dibayarkan aparatur desa meskipun sudah masuk tahun 2022.

Ismail (52), warga Desa Rema Baru, Senin, 31 Januari 2022, mengatakan jika penegak hukum tidak segera menelusuri masalah BLT itu, dikhawatirkan akan terjadi keributan antara warga dengan perangkat desa.

“BLT warga Desa Rema Baru yang belum disalurkan tahun 2021, ada yang dua bulan dan ada juga yang sudah lima bulan belum dibayar. Ketika ditanya warga kepada mantan Pj. kepala desa, dia selalu berkilah,” kata Ismail yang menegaskan dirinya bukan penerima BLT, tetapi merasa khawatir terjadi keributan antara warga dan perangkat desa.

Berdasarkan informasi, kata Ismail, jumlah kepala keluarga (KK) penerima BLT di Desa Rema Baru sekitar 100 KK. Semua warga penerima BLT sebelumnya diwajibkan suntik vaksin terlebih dahulu. Akan tetapi, setelah warga mengikuti vaksinasi Covid-19, BLT tidak dibayarkan juga.

“Kata mantan Pj. kepala desa, penerima BLT harus suntik vaksin, tetapi setelah suntik vaksinpun tidak dibayar, itu yang sampai lima bulan belum dibayar BLT tahun 2021, sedangkan yang dua bulan, itu semuanya belum menerima,” kata Ismail di Desa Rema Baru.

Ismail berharap penegak hukum segera turun ke lapangan menelusuri masalah tersebut, kenapa BLT tahun 2021 belum dibayar hingga 2022 ini.

Mantan Pj. Kepala Desa Rema Baru, Abdulah, mengatakan yang menjadi permasalahan dalam penyaluran BLT tersebut adalah uangnya dipinjam bendahara Rp17 juta, sehingga belum bisa disalurkan kepada penerima.

“Kemarin itu pas keluar uangnya, bendahara minta pinjam karena ada keperluan. Kemudian saya tanyakan kepada orang tua (tokoh atau tetua di desa), kata orang tua jangan dikasih, dan sudah saya bilang kepada bendahara. Tapi kata bendahara dia lagi perlu kali, jadi dipinjamlah uang BLT itu,” ujar Abdullah melalui telepon WhatsApp.

Untuk menyelesaikan pembayaran BLT itu, Abdulah mengaku sudah memerintahkan bendahara menarik uang lagi dari bank, sehingga bisa segera disalurkan kepada penerimanya.

“Yang belum dibayar hanya dua bulan. Yang lima bulan karena belum suntik vaksin itu, orangnya sudah pindah. Sayapun maunya jangan ada masalah selagi menjadi Pj. dulu, karena saya sudah tua, tapi bendahara ini sering kali tidak mendengarkan omongan saya,” ungkapnya.

Kapolres Gayo Lues AKBP Carlie mengatakan ia akan segera memerintahkan anggotanya untuk melakukan penyelidikan, sehingga permasalahan dana BLT tersebut bisa diketahui. “Hari ini akan saya perintahkan anggota ke lapangaan melakukan penyelidikan,” kata Kapolres melalui sambungan telepon WhatsApp.[]

Baca juga: