IDI RAYEK – Tim Penjinak Bom (Jibom) Subden 2 Detasemen B Kompi Brimob Aramiah berhasil meledakkan dua bom di depan gedung DPRK Aceh Timur, Kamis, 1 Desember 2016. Tim Jibom turun ke lokasi itu setelah medapat laporan dari masyarakat terkait adanya benda dicuriga bom di depan gedung DPRK.
Adegan itu ditampilkan dalam simulasi pengamanan pilkada 2017 yang digelar Polres Aceh Timur. Mulanya, beberapa personel Polres Aceh Timur tiba di lokasi tersebut. Mereka kemudian memasang garis polisi sebagai pembatas dan meminta warga mejauh hingga 50 meter dari benda diduga bom itu. Tak lama kemudian Tim Jibom tiba di sana.
Setelah diperiksa, polisi memastikan benda dalam kardus itu adalah bom berdaya ledak tinggi. Tim Jibom lantas memutuskan untuk meledakkan bom tersebut di lokasi itu.
Pantauan portalsatu.com, dalam simulasi itu juga diperagakan pengamanan calon bupati dan wakil bupati dari aksi massa yang menghadang mobil yang berangkat ke lokasi kampanye di Aceh Timur. Polisi berhasil menyelamatkan calon bupati dan wabup dari aksi massa.
Selain itu, polisi berhasil mengamankan aksi massa yang diwarnai kerusuhan di kantor KIP Aceh Timur. Dalam adegan simulasi tersebut, personel TNI ikut turun membantu menenangkan massa. Namun aksi massa tak terbendung sehingga akhirnya personel Brimob tiba di lokasi dan melepaskan tembakan peringatan serta melumpuhkan dua provokator dalam aksi itu.
Inilah antisipasi gambaran kepada masyarakat sekaligus upaya untuk meningkatkan kemampuan personel dalam menghadapi berbagai kericuhan dalam pelaksanaan pilkada, ujar Kapolres Aceh Timur AKBP Rudi Purwiyanto kepada sejumlah wartawan usai simulasi.
Rudi mengaku pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengantisipasi kericuhan dalam pelaksaana pilkada di kabupaten ini. Dalam pengamanan nantinya TNI juga akan mem-back-up untuk mengamankan serta mengantisipasi terjadinya kericuhan, ucapnya.[]



