BerandaBerita PidieBPBD Terkesan Lamban Tangani Banjir, Kapolres dan Dandim Pidie Turun Tangan

BPBD Terkesan Lamban Tangani Banjir, Kapolres dan Dandim Pidie Turun Tangan

Populer

SIGLI – Dua kali dalam sepekan di Januari 2023, Pidie dihantam banjir yang membuat sebagian wilayah terendam. Bahkan aktivitas pemerintah ikut lumpuh akibat perkantoran terendam selutut orang dewasa. Pemerintah melalui BPBD diduga lamban menangani dampak banjir, sehingga Kapolres dan Dandim turun tangan.

Banjir perdana melanda Sabtu, 21 Januari 2023, dini hari, akibat meluap sungai setelah hujan deras mengguyur sejak Jumat (20/1), malam.

Luapan sungai saat itu merendam kawasan permukiman warga, kompleks perkantoran dan sejumlah infrastruktur rusak. Bahkan akibat luapan sungai Krueng Tukah, enam gampong di Kecamatan Pidie dan Kota Sigli terisolir.

Dua hari air surut dari permukiman, masyarakat membersihkan sampah bekas banjir. Sabtu, 29 Januari 2023, sekira pukul 18.00 WIB, hujan kembali mengguyur Pidie menyebabkan banjir kembali merendam permukiman warga. Kali ini, banjir semakin meluas jika dibandingkan yang pertama.

Hampir sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Krueng Tukah, terendam.

Enam gampong terendam yakni Tumpok 40, Cot Rheng, Cot Teungoh, dan Keunire (Kecamatan Pidie). Sedang Kampong Asan dan Blang Asan (Kota Sigli) kembali terisolir dikepung banjir. Ketinggian debit air melebihi bencana pertama. Genangannya mencapai satu meter lebih.

Banjir juga merendam jalan kabupaten, provinsi dan jalan nasional di seputaran Kecamatan Pidie dan Kota Sigli. Kondisi tersebut membuat terkendala arus lalu lintas kendaraan bermotor.

Kompleks perkantoran pemerintah seperti kantor bupati dan lainnya terendam banjir menyebabkan aktivitas lumpuh pada Senin, 30 Januari 2023.

Kantor Polres Pidie dan Makodim 0102 Pidie juga digenangi banjir.

Luapan Krueng Tukah terjadi, selain sudah sempit, juga tingginya sendimen karena tidak pernah dibersihkan. Problema itu sering muncul pada setiap pertemuan pemerintah tentang penanganan banjir. Namun aksinya terkesan tidak pernah dilakukan.

Termasuk kali ini, pascabanjir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie dinilai lamban melakukan penangangan baik sebelum banjir, saat banjir, dan pascabanjir.

Kapolres Pidie, AKBP Imam Asfali, S.IK., Selasa, 31 Januari 2023, mengatakan BPBD seharusnya punya patron kerja seperti data bencana, penyebab, dan dampak.

“Ini kita hadir bersama Dandim untuk memberi dorongan kepada pemerintah agar segera mengambil langkah penanganan pengerukan di lokasi- lokasi yang menghambat aliran sungai,” ujar Kapolres.

Dandim 0102 Pidie Letkol Inf. Muhammad Jamal mengatakan pihaknya selaku Forkopimda siap selalu memberi dukungan dalam program kepentingan masyarakat.

“Kita dorong karena darurat bencana, lakukan aksi, jika di lapangan ada kendala, baru kita cari solusi agar semua pihak tidak merasa dirugikan,” ungkap Jamal.

Ia menjelaskan penyebab sempit dan rusaknya sungai selain bangunan juga akibat adanya pohon besar di sepanjang sempadan sungai yang menghambat aliran air.[](Zamahsari)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya