JAKARTA – Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) bersama Persaudaraan Aceh Seranto (PAS) memfasilitasi pemulangan jenazah warga Pidie Jaya, Muhammad Tauris (19) yang meninggal di Tangerang, Sabtu, 15 Januari 2022, akibat penyakit lambung.

Almarhum yang akan dipulangkan ke kampung halamannya, Desa Sara Mane, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, meninggal dunia, sekitar pukul 16.00 WIB, di tempat tinggalnya. Selama ini ia tinggal di kontrakan bersama ibunya, Suryani, tepatnya di pintu masuk Perumahan Duren Village, Kelurahan Pedurenan, Kecama Karang Tengah, Kota Tangerang.

Kepala BPPA, Almuniza Kamal, mengatakan jenazah akan dipulangkan melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Ahad, 16 Januari 2022, pagi dengan tujuan Bandara Kualanamu, Sumatera Utara.

“Insya Allah, nanti sesampainya di sana, akan dijemput oleh tim PAS. Nantinya  jenazah diantar dengan menggunakan ambulans hingga ke kampung halamannya,” kata Almuniza, Sabtu, 15 Januari 2022.

Almuniza mengatakan pemulangan jenazah warga Aceh kurang mampu di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya selalu difasilitasi Pemerintah Aceh. Karena itu juga merupakan amanah dari Gubernur Aceh.

“Ini juga didukung bantuan oleh paguyuban-paguyuban masyarakat Aceh yang ada di Jabodetabek,” katanya.

Pemerintah Aceh menyampaikan duka cita, dan mendoakan almarhum serta keluarga yang ditinggalkan.

“Semoga almarhum Muhammad Tauris ditempatkan di surganya Allah SWT. Dan keluarga yang ditinggalkan tabah menerima musibah ini,” ujarnya.

Ketua Umum PAS, Akhyar Kamil, mengatakan pihaknya mendapat informasi meninggalnya Muhammad Tauris dari ibunya, yang meminta bantuan pemulangan jenazahnya ke Aceh.

“Setelah mendapatkan informasi musibah itu, saya menghubungi Kepala BPPA Almuniza Kamal guna menindaklanjuti pemulangan jenazah Muhammad Tauris ke Aceh. Saya juga meminta tim PAS untuk mengurus pemulangan jenazah,” katanya.

Almarhum yang menderita lambung, katanya, sempat dibawa ke rumah sakit dua hari lalu. Namun, pada Sabtu, 15 Januari 2022, ibunya membawa pulang ke kontrakannya, dan meninggal sekitar pukul 16.00 WIB.

“Almarhum merupakan anak yatim, hanya tinggal bersama ibunya di tempat kontrakan yang sekaligus dijadikan tempat usaha sehari-hari, yakni membuka warung nasi. Almarhum juga tidak sekolah lagi, hanya membantu ibunya jualan selama ini,” ujarnya.[](ril)