LHOKSEUMAWE – Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Utara menggelar pelatihan petugas Pendataan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dan Survei Ekonomi Rumah Tangga Triwulanan (Seruti), di Hotel Diana Lhokseumawe, 19-20 Januari 2026.
Pelatihan itu dibuka Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik (NAS) BPS RI, Moh. Edy Mahmud, S.Si., M.P., diikuti seluruh Petugas Pencacah Lapangan (PCL) dan Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) berjumlah 69 orang. Yakni, 46 PCL dan dari mitra BPS 23 PML.
Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Biro Umum BPS RI, Martin Wibisono, S.ST., M.Si., Plt. Kepala BPS Provinsi Aceh Tasdik Ilhamudin S.Si., M.Si., Asisten II Sekda Aceh Utara M. Nasir S.Sos., M.Si., Kepala BPS Aceh Utara, Armelia Amri, S.ST., M.Si., Kabid Pengendalian Evaluasi Pembangunan (PEP) Bappeda Aceh Utara, Muzakir S.E., M.M., Sub Bagian Umum BPS Aceh Utara, Instruktur Nasional (Innas) Aceh Utara, serta para pegawai BPS.
Sebelumnya, pelatihan serupa telah dilaksanakan secara daring pada 13-15 Januari 2026, diikuti peserta gelombang I, dan dilanjutkan kegiatan secara luring (tatap muka) pada 19-20 Januari 2026.
Sumber Data Strategis
Moh. Edy Mahmud dalam sambutannya menyampaikan pelatihan tersebut menjadi bagian penting dalam rangka menyiapkan petugas lapangan yang profesional, terampil, dan memiliki pemahaman serta persamaan persepsi sesama petugas dalam melakukan pendataan. Susenas merupakan salah satu sumber data strategis yang menyediakan gambaran menyeluruh mengenai kondisi sosial ekonomi rumah tangga di Indonesia.
“Data Susenas mencakup informasi demografi, pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, kepemilikan aset, akses terhadap layanan dasar, bantuan sosial, serta pola konsumsi dan pengeluaran rumah tangga, baik untuk makanan maupun non-makanan. Kelengkapan informasi itu menjadikan Susenas sebagai rujukan utama dalam penghitungan garis kemiskinan dan berbagai indikator sosial ekonomi nasional,” kata Edy Mahmud, Senin, (19/1).
Edy menambahkan pada tahun 2026 ini pelaksanaan Susenas Maret mengalami penyesuaian waktu. Mengingat Maret telah memasuki bulan suci Ramadan, sehingga pengumpulan data Susenas Maret dilaksanakan pada Februari 2026.
Penyesuaian ini dilakukan untuk menjaga kualitas dan keterbandingan data, khususnya terkait pola konsumsi dan pengeluaran rumah tangga. Namun, dalam pelaksanaannya tetap menggunakan Kuesioner KOR (Keterangan Pokok Rumah Tangga) serta Kuesioner Konsumsi/Pengeluaran.
Penentu Arah Pembangunan
Kepala BPS Kabupaten Aceh Utara, Armelia Amri, kepada wartawan mengatakan materi diberikan dalam pelatihan petugas Susenas dan Seruti mencakup tentang tujuan, konsep, tata cara pengisian kuesioner dan tata cara mewawancarai responden. “Ini merupakan survei yang cukup kompleks dan memiliki banyak pertanyaan, sehingga membutuhkan ketelitian dan keseriusan dari para petugas”.
“Survei ini bisa dibilang sulit dan kompleks, karena banyak item pertanyaan. Oleh karena itu, saya berharap kepada teman-teman agar mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh. Pelatihan daring saja belum tentu efektif dan maksimal, bahkan dengan tatap muka satu hari pun mungkin masih terasa kurang. Maka perlu dipahami betul-betul materinya oleh peserta,” kata Armelia.
Menurut Armelia, kualitas data yang dihasilkan sangat bergantung pada kinerja petugas lapangan. Jika menemukan permasalahan di lapangan, petugas diminta segera mengonfirmasi agar tidak terjadi kesalahan dalam pendataan. Data itu sangat ditunggu dan penting, para petugas lapangan adalah bagian dari penentu arah pembangunan di Kabupaten Aceh Utara. Pihaknya berharap mereka bisa membantu BPS Aceh Utara.
“Kami sangat membutuhkan petugas yang bergerak cepat, cermat, dan berkualitas. Pelaksanaan Susenas Maret dan Seruti 2026 ini berpedoman pada Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Tujuannya agar seluruh petugas memiliki pemahaman yang seragam, sehingga mampu mengumpulkan data yang komprehensif dan berkualitas”.
“Juga untuk menghasilkan informasi sosial ekonomi yang komprehensif dan berkualitas tinggi sebagai landasan utama dalam penghitungan garis kemiskinan serta berbagai indikator kesejahteraan masyarakat,” ujar Armelia
Menurut Armelia, data yang dihasilkan menjadi sumber utama indikator pembangunan yang memiliki konsep dan keterbandingan internasional, khususnya dalam kerangka Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs). Selain itu, Susenas berfungsi sebagai basis data makro sosial ekonomi yang mendukung perumusan kebijakan pembangunan pemerintah yang berbasis bukti atau evidence-based policy.
“Untuk itu, Susenas BPS berperan penting dalam mendukung pembangunan nasional dan daerah yang berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan,” ucap Armelia Amri.[]







