BLANGKEJEREN – Bupati Gayo Lues Suhaidi, S.Pd, M.Si., bersama Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Ridwan, mengunjungi kebun kopi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gayo Lues, Anuar Syahadat di Lembah Kodim, Desa Penggalangan, Kecamatan Blangkejeren, Senin, 20 April 2026.
Kunjungan Bupati Gayo Lues itu bertujuan untuk melihat langsung tanaman kopi yang sudah berbuah, dan sekalian berbincang-bincang tentang tata cara menanam dan merawat kopi Arabika hingga berbuah.
“Kedatangan kami kesini untuk bersilaturahmi, memberi semangat kepada petani, serta ingin mengetahui tata cara menanam dan merawat kopi hingga berbuah,” katanya.
Pada umumnya, menanam dan merawat kopi dilakukan petani dengan sistem yang berbeda dengan tujuan yang sama, namun Bupati ingin mengetahui cara yang tepat, agar tanaman kopi masyarakat cepat berbuah.
“Tahun ini kami memprogramkan bantuan bibit kopi Arabika jenis Gayo III atau Ateng Super kepada masyarakat, dengan harapan dua hingga tiga tahun kedepan, masyarakat bisa lebih sejahtera. Mohon dukungan rekan-rekan Media yang sudah berpengalaman menanam kopi agar ikut mensosialisasikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ketua PWI Gayo Lues, Anuar Syahadat menyambut baik kedatangan Bupati dan Kabid Perkebunan Gayo Lues di perkebunan kopi lembah Kodim.
“Pada dasarnya menanam kopi itu sangat mudah, namun yang sulit itu adalah konsinsten melakukan perawatan selama dua tahun,” kata Anuar.
Kepada Bupati, Anuar menjelaskan cara mudah dan efektif menanam kopi Arabika di Gayo Lues adalah dengan cara memasang mulsa plastik dengan ukuran jarak menanam kopi, kemudian tegahnya diberi lubang untuk menanam kopi disertai menanam pohon pelindung kopi, dan di samping kanan dan kiri kopi bisa ditanami cabai.
“Bisa juga ditanam jagung manis di samping plastik mulsanya, jagung ini disamping sebagai pelindung kopi dan cabai diwaktu kecil, juga bisa menghasilkan uang,” katanya.
Jika seseorang menanam kopi dengan cara tradisional, maka harus sabar membersihkan rumput setiap saat, dan harus waspada ketika membabat rumput ataupun ketika meracun rumput.
Anuar juga menyarankan agar seseorang yang hendak menanam kopi, orang itu harus mengutamakan menanam pelindung yang agak rapat, dan ketika kopi sudah tumbuh besar, maka pelindungya ditebang sebagian.[]





