LHOKSEUMAWE – Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Lhokseumawe Tahun 2024 akan semarak dengan “banyaknya” pasangan bakal calon. Diperkirakan jumlah bakal calon (balon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Lhokseumawe di Pilkada 2024 mencapai empat pasangan.

Nama-nama sudah diumumkan ke publik oleh partai politik yang akan mengusung pasangan balon Wali Kota-Wakil Wali Kota Lhokseumawe adalah Sayuti Abubakar-Husaini POM (Partai Aceh), Ismail-Azhar Mahmud (Partai Nasdem), Azhari (PKS-PAN, pasangannya akan diumumkan pekan depan). Sementara Partai Golkar belum mengumumkan, tapi disebut-sebut akan mengusung Fathani sebagai bakal calon wali kota.

“Banyak” peminat kursi empuk Wali Kota-Wakil Wali Lhokseumawe 2025-2030, setala dengan segudang permasalahan di bekas Kota Petrodolar ini. Salah satu “PR” wali kota ke depan adalah mengatasi masalah pengangguran. Selama bertahun-tahun sampai 2023, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Lhokseumawe tertinggi di Aceh.

Sementara kemampuan keuangan Pemko Lhokseumawe sangat terbatas untuk menjalankan pelayanan publik, memenuhi kebutuhan rakyat, dan memacu pembangunan daerah. Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) Lhokseumawe selama beberapa periode terakhir hanya Rp700 miliar (M) hingga Rp800 M.

Lebih separuh Belanja Kota Lhokseumawe habis untuk Belanja Operasi [terdiri dari Belanja Pegawai, Belanja Barang dan Jasa, Belanja Subsidi, Belanja Hibah, dan Belanja Bantuan Sosial], sehingga Belanja Modal nit that (sangat kecil).

Tahun 2023, misalnya, dari total realisasi Belanja Daerah Rp728,4 M, terserap dalam jumlah jumbo untuk Belanja Operasi Rp548,5 M, sedangkan Belanja Modal cuma Rp60,3 M.

Lalu, 2024 yang tahun anggarannya sedang berjalan, Pemko Lhokseumawe merencanakan Belanja Daerah Rp800 M, untuk Belanja Operasi Rp589,1 M, dan Belanja Modal hanya Rp86,9 M.

Dalam Rencana Pembangunan Kota (RPK) Lhokseumawe Tahun 2023-2026, Pendapatan Daerah tahun 2025 diproyeksikan Rp760,7 M dan Belanja Daerah Rp786,9 M. Sedangkan Pendapatan Daerah tahun 2026 diproyeksikan Rp765,3 M dan Belanja Daerah Rp788 M.

Oleh karena itu, publik atau masyarakat Lhokseumawe patut mempertanyakan kepada para pasangan balon wali kota-wakil wali kota agar mulai sekarang berpikir dan melahirkan wacana konkret yang kreatif dan inovatif, bagaimana memajukan kota ini dengan anggaran “ala kadarnya”?

Berikut hasil penelusuran portalsatu.com/ terkait data realisasi APBK Lhokseumawe enam tahun terakhir, dan satu tahun sedang berjalan:

Tahun Anggaran (TA) 2018:
Realisasi Pendapatan Daerah Rp749,4 M;
PAD Rp65,6 M
Pendapatan Transfer Rp662,6 M
Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah Rp21,1 M

Realisasi Belanja Daerah Rp775,4 M;
Belanja Operasi Rp631,1 M
Belanja Modal Rp143 M
Belanja Tidak Terduga (BTT) Rp308,4 juta
Belanja Transfer [Belanja Bagi Hasil dan Belanja Bantuan Keuangan] Rp973,1 juta

Penerimaan pembiayaan (penggunaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran/SiLPA) Rp55,3 M, pengeluaran pembiayaan (penyertaan modal/investasi Pemda) Rp2,3 M, sehingga pembiayaan neto Rp53 M.

TA 2019:
Realisasi Pendapatan Daerah Rp864,4 M;
PAD Rp61,4 M
Pendapatan Transfer Rp781,5 M
Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah Rp21,4 M

Realisasi Belanja Daerah Rp873,4 M;
Belanja Operasi Rp669,4 M
Belanja Modal Rp203,8 M
BTT Rp127,9 juta
Belanja Transfer Rp0 (nihil)

Penerimaan pembiayaan Rp26,9 M, pengeluaran pembiayaan Rp1 M, sehingga pembiayaan neto Rp25,9 M.

TA 2020:
Realisasi Pendapatan Daerah Rp835,6 M;
PAD Rp65,8 M
Pendapatan Transfer Rp747,8 M
Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah Rp21,9 M

Realisasi Belanja Daerah Rp809,1 M;
Belanja Operasi Rp519,5 M
Belanja Modal Rp177,2 M
BTT Rp10,8 M
Belanja Transfer Rp101,4 M

Penerimaan pembiayaan Rp16,9 M, dan pengeluaran pembiayaan Rp1,5 M.

TA 2021:
Realisasi Pendapatan Daerah Rp799,1 M;
PAD Rp61,9 M
Pendapatan Transfer Rp706,7 M
Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah Rp30,4 M

Realisasi Belanja Daerah Rp786,5 M;
Belanja Operasi Rp528,1 M
Belanja Modal Rp140,4 M
BTT Rp3,7 M
Belanja Transfer Rp114,2 M

Penerimaan pembiayaan Rp42 M, dan pengeluaran pembiayaan Rp6,1 M.

TA 2022:
Realisasi Pendapatan Daerah Rp789,5 M;
PAD Rp68,2 M
Pendapatan Transfer Rp721,3 M
Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah Rp0 (nihil)

Realisasi Belanja Daerah Rp825,5 M;
Belanja Operasi Rp576,3 M
Belanja Modal Rp142,2 M
BTT Rp2,1 M
Belanja Transfer Rp104,7 M

Penerimaan pembiayaan Rp48,4 M, dan pengeluaran pembiayaan Rp2 M, sehingga pembiayaan neto Rp46,4 M.

TA 2023:
Realisasi Pendapatan Daerah Rp755,9 M;
PAD Rp67,9 M
Pendapatan Transfer Rp687,8 M
Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah Rp222 juta

Realisasi Belanja Daerah Rp728,4 M;
Belanja Operasi Rp548,5 M
Belanja Modal Rp60,3 M
BTT Rp52,6 juta
Belanja Transfer Rp119,5 M

Penerimaan pembiayaan Rp10,5 M, dan pengeluaran pembiayaan Rp1 M, sehingga pembiayaan neto Rp9,5 M.

TA 2024 (Sumber: Peraturan Wali Kota Nomor 36 tahun 2023 tentang Penjabaran APBK Lhokseumawe TA 2024):
Target/rencana Pendapatan Daerah Rp789,7 M;
PAD Rp71 M
Pendapatan Transfer Rp705,3 M
Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah Rp13,3 M

Rencana Belanja Daerah Rp800 M;
Belanja Operasi Rp589,1 M
Belanja Modal Rp86,9 M
BTT Rp3 M
Belanja Transfer Rp121 M

Penerimaan pembiayaan Rp12,3 M, pengeluaran pembiayaan Rp2 M, sehingga pembiayaan neto Rp10,3 M.[](nsy)