LHOKSEUMAWE – Camat Dewantara, Amir Hamzah, mengatakan para korban yang tewas disambar petir di kantin SMP Al-Alaq sudah dimakamkan pada Sabtu 7 Oktober 2017 sore. Mereka yang meninggal adalah Muhammad Zaki, 14 tahun, asal Gampong Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, dan pemilik kantin, Muhammad, 55 tahun, asal Tambon Tunong.

Amir mengaku pihaknya akan memberikan santunan kepada para korban. “Saya sudah koordinasi dengan wakil bupati, korban meninggal dunia dan trauma akan kita beri santunan dalam waktu dekat. Saat ini kita sedang mendata para korban,” kata Amir.

Dia mengatakan untuk menghilangkan rasa trauma berkelanjutan, keluarga korban yang meninggal dunia maupun selamat sepakat akan mengadakan acara doa bersama di lokasi kejadian pada Minggu, 8 Oktober 2017 sore.

Sebelumnya diberitakan, seorang siswa dan tukang becak dilaporkan tewas akibat disambar petir saat berteduh dari hujan, di kantin SMP Al Alaq, Kompleks Perumahan eks-PT Asean Aceh Fertilizer (AAF) Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Sabtu, 7 Oktober 2017, sekitar pukul 11.00 WIB.

Informasi diterima portalsatu.com, korban meninggal dunia adalah Muhammad Zaki, 13  tahun, siswa SMP Al Alaq, asal Gampong Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, dan Muhammad, 45 tahun, tukang becak asal Tambon Tunong, Kecamatan Dewantara (belakangan diketahui sebagai pemilik kantin).

Sementara korban kritis adalah Aisyah, 50 tahun, yang diketahui sebagai pedagang di kantin SMP Al-Alaq. Aisyah adalah istri dari korban meninggal dunia Muhammad. Dalam peristiwa ini, 10 siswa lainnya yang berada di kantin nahas itu juga dilaporkan selamat.[]