IDI RAYEK –  Anggota DPRK Aceh Timur meminta PT Ensem Sawita memperbanyak penanaman pohon di seputaran pabrik pengolahan kelapa sawit yang beroperasi di Gampong Bayeun, Kecamatan Birem Bayeun. Ini untuk mencegah polusi udara atau asap pabrik yang saat ini dilaporkan meresahkan warga setempat.

“Berawal dari laporan dan keluhan masyarakat Kecamatan Birem Bayeun bahwa adanya pengaruh asap pabrik sawit dan limbah pembuangan yang sudah menggangu masyarakat di sana, kita sudah turun langsung ke lokasi. Menurut amatan saya, polusi udara itu akibat minimnya pohon yang ditanam,” ujar Ketua Komisi B DPRK Aceh Timur Hermansyah kepada portalsatu.com,  Sabtu, 20 Februari 2016.

Itu sebabnya, Hermansyah menegaskan, perusahan yang beroperasi di lokasi itu harus segera menanam pohon dalam jumlah banyak.. Ia juga meminta tabung pembuangan limbah pabrik disterilkan sebaik mungkin agar tidak berdampak buruk terhadap lingkungan masyarakat.

“Ada juga beberapa laporan warga bahwa akibat polusi itu masyarakat yang dekat dengan pabrik tersebut mengalami penyakit kulit. Akan tetapi kami belum bisa memastikan itu apakah benar pengaruh polusi itu atau tidak. Sementara untuk tabung pembuangan sudah kita minta diperbaiki, dan pihak perusahan berjanji akan memperbaikinya,” kata Hermansyah.

Herman mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Aceh Timur untuk memastikan penyebab penyakit dialami masyarakat lingkungan pabrik itu.  “Kita tinggal menunggu hasil pengecekan dari dinas kesehatan,” ujarnya.

Sebagai wakil rakyat, Herman berharap jika ada permasalahan antara masyarakat dengan perusahaan agar  diselesaikan melalui mediasi sehingga tidak terjadi aksi anarkis.

“Yang kita inginkan saling memahami antara semua pihak, jika memang konflik bisa dibendung dengan cara mediasi, untuk apa kita melakukan tindakan lain.  Kita siap memediasi dan mencari solusi itu,” ucap anggota DPRK Fraksi Partai Aceh itu.[]