LHOKSEUMAWE Pemerintah Aceh Utara belum berhasil menarik calon investor untuk berinvestasi di kabupaten ini. Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib (Cek Mad) menyebutkan, investor meminta dua hal, yakni kenyamanan dan jangan ada pungutan pajak liar alias tidak sah.
Catatan portalsatu.com, selama pemerintahan Cek Mad periode 2012-2017, ia dan pejabat terkait mengklaim ada beberapa calon investor yang akan menanamkan modalnya di Aceh Utara. Salah satunya, calon investor asal Lampung dilaporkan tertarik mengembangkan komoditas nanas berkualitas ekspor di Kecamatan Langkahan. Akan tetapi, sampai saat ini rencana tersebut belum terealisasi.
Cek Mad menyebutkan, selama ini calon investor enggan masuk ke Aceh Utara lantaran belum merasa nyaman. Itu sebabnya, ia mengajak semua elemen masyarakat Aceh Utara agar ke depan memberikan kenyamanan bagi calon investor, termasuk mencegah pungutan pajak ilegal. Maka fokus kita, itu dulu kita benahi. Jadi, yang paling penting, kalau orang di Jawa bilang daerah harus legowo, ujar Cek Mad menjawab portalsatu.com di kantornya, Senin, 3 Juli 2017.
Investor minta dua hal: kenyamanan, dan jangan ada pajak (liar). Fee-fee jangan ada, kata Cek Mad yang terpilih kembali menjadi bupati hasil Pilkada Aceh Utara 2017.
Setelah dilantik menjadi Bupati Aceh Utara periode 2017-2022, Cek Mad akan berupaya menarik calon investor termasuk dari Lampung untuk merealisasikan investasi. Saya ingin (investor) domestik, karena banyak, Lampung ada. Ini yang akan saya kejar. Investor Lampung akan masuk, ujarnya.
Ke depan, begitu datang (investor) domestik, saya akan pam (pengamanan) melekat. Jangan dilepas, kata Cek Mad.[](idg)


