ACEH UTARA – Ketukan kepedulian dari berbagai penjuru Indonesia akhirnya terjawab dengan keterbukaan. Pemerintah Kabupaten Aceh Utara resmi merincikan seluruh donasi keuangan yang mengalir melalui Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) pascabanjir bandang akhir November 2025 lalu.

Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, akrab disapa Ayahwa, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh donatur—baik individu, lembaga swasta, hingga pemerintah daerah lain—yang langsung mengulurkan tangan saat Aceh Utara berada di titik tersulitnya.

“Kami atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Aceh Utara, menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas bantuan yang telah diberikan kepada kami pada saat-saat awal menghadapi musibah bencana hidrometeorologi akhir tahun 2025,” ujar Ayahwa, dalam keterangan tertulis diterima Portalsatu.com dari Juru Bicara Pemkab Aceh Utara, Muntasir Ramli, Senin, 8 Juni 2026.

Dari Presiden hingga Donasi Warga: Simbol Solidaritas Tanpa Batas

Total bantuan tanggap darurat penanganan bencana banjir diterima Pemkab Aceh Utara malalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) yang masuk ke RKUD sejak Desember 2025 hingga Mei 2026 mencapai Rp10.490.750.808. Angka ini bukan sekadar nominal statistik, melainkan simbol ikatan persaudaraan antardaerah yang melintasi pulau.

Mulai dari kepedulian langsung Presiden Prabowo Subianto, dukungan Pemprov Kalimantan Timur, hingga donasi yang dikumpulkan oleh warga Sleman, Solo, dan Serang, semua menyatu untuk ikut menyembuhkan luka Aceh Utara.

Seluruh dana tersebut dianggarkan ke dalam pos Belanja Tidak Terduga (BTT) yang digunakan untuk kebutuhan darurat dan penanganan pemulihan pascabanjir yang sifatnya sangat mendesak. Di antaranya, untuk pemenuhan kebutuhan dasar korban terdampak banjir, pemulihan infrastruktur publik seperti membuka akses jalan dan jembatan darurat, bantuan logistik pangan dan obat-obatan, hingga kebutuhan harian penanganan bencana. Selain itu, juga dipakai untuk pembersihan lumpur pada fasilitas umum, termasuk sekolah, dan rumah-rumah ibadah.

“Alhamdulillah, ini semua wujud solidaritas dan kepedulian dari Presiden, Pemerintah Aceh, Pemerintah Daerah serta masyarakat. Bantuan tersebut dikelola secara transparan dan digunakan tepat sasaran sesuai peruntukan penanganan darurat pascabencana,” ujar Ayahwa.

Gotong Royong yang Menumbuhkan Optimisme

Dukungan moril dan dana bantuan ini diakui Ayahwa membuat Pemkab Aceh Utara merasa sangat terbantu. “Di tengah kondisi bencana saat itu, kami optimis proses pemulihan pascabencana akan berjalan lebih cepat dan manfaatnya dirasakan langsung oleh segenap lapisan masyarakat,” ucap Ayahwa.

Berikut rincian bantuan yang mengalir ke Aceh Utara dari Desember 2025 hingga Mei 2026:

1. Presiden RI: Rp4.000.000.000

2. Pemerintah Aceh (Tahap I): Rp2.034.504.679

3. Pemerintah Aceh (Tahap II): Rp3.113.628.629

4. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur: Rp500.000.000

5. Donasi Masyarakat Solo: Rp290.042.500

6. Donasi Lainnya: Rp235.575.000

7. Pemerintah Kabupaten Serang: Rp117.000.000

8. Kabupaten Bandung: Rp100.000.000

9. Donasi Masyarakat Sleman: Rp100.000.000

Total Rp10.490.750.808.

Menutup keterangannya, Ayahwa kembali melayangkan doa terbaik bagi para donatur. “Alhamdulillah, sekali lagi kami menghaturkan ribuan terima kasih kepada para donator yang telah membantu Aceh Utara. Insya Allah, masyarakat Aceh Utara dapat segera kembali bangkit dan pulih dari bencana, baik kondisi ekonomi, maupun kehidupan sosial,” pungkasnya.

Ditanya terkait bantuan keuangan dari Pemkab Simalungun yang sebelumnya pernah disampaikan oleh Bupati Ayahwa kepada wartawan, Jubir Pemkab Aceh Utara Muntasir Ramli, mengatalan, “Soal rencana bantuan dari Kabupaten Simalungun masih dalam proses, belum masuk ke RKUD Kabupaten Aceh Utara”.

Muntasir membenarkan sudah ada pertemuan dan komitmen dari Pemkab Simalungun beberapa waktu lalu terkait rencana bantuan Rp30 miliar. “Akan tetapi, sejauh ini belum masuk ke RKUD Pemkab Aceh Utara,” ucapnya.[]