LHOKSUKON – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Utara menggelar Sosialisasi Cerdas Memberitakan Pemilu 2024 yang diikuti para jurnalis, di Aula Kantor KIP setempat, di Lhoksukon, Kamis, 17 November 2022.
Dalam sosialisasi tersebut, KIP Aceh Utara menghadirkan Ayi Jufridar, jurnalis senior yang juga Dosen Universitas Malikussaleh sebagai pemateri. Sosialisasi dan diskusi dipandu Muhammad Usman, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KIP Aceh Utara.
Ayi Jufridar mengajak para jurnalis atau wartawan menjadi pelopor dalam menangkal berita negatif dan hoax, terlebih terkait isu-isu politik dalam pelaksanaan Pemilu 2024.
“Rekan-rekan wartawan juga perlu memahami sistem politik dan sistem pemilu. Juga mengenal hukum pemilu khususnya yang mempengaruhi pemberitaan media massa, karena media punya peran besar dalam proses pelaksanaan hingga seluruh rangkaian tahapan pemilu. Termasuk menangkal hoax menjadi bagian tanggung jawab media massa,” kata Ayi Jufridar.
Menurut Ayi, banyak sisi yang bisa di-update tentang pemberitaan tahapan pemilu, hanya saja bagaimana cara mengemasnya dengan baik. Sehingga dapat memberikan edukasi kepada masyarakat atau calon pemilih pemula agar menggunakan hak pilihnya saat pemungutan suara.
Ayi menyebut semua tahapan pemilu yang dilakukan KIP juga dapat menjadi bagian edukasi kepada publik jika diberitakan media massa secara akurat. Apabila media memberitakan informasi yang mengandung nilai-nilai pendidikan politik, maka masyarakat akan semakin cerdas menghadapi pesta demokrasi.
Muhammad Usman mengatakan KIP secara bertahap melakukan sosialisasi tahapan pemilu hingga ke pedalaman Aceh Utara. KIP juga mensosialisasikan Aplikasi Sistem Informasi Anggota KPU dan Badan Adhoc (Siakba) supaya masyarakat yang ingin mendaftarkan diri sebagai calon anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) dapat mengetahui prosesnya. “Artinya, pendaftaran itu tidak lagi dilakukan secara manual dengan mengantarkan berkas ke Kantor KIP, tapi cukup hanya melalui aplikasi tersebut,” ujarnya.
“Untuk itu kami berharap teman-teman wartawan juga menyampaikan informasi ini kepada masyarakat supaya mereka paham bahwa proses perekrutan calon anggota badan ad hoc kali ini jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya,” ujar Usman.[]




