KAPTEN LET PANDE
Episode 1 – Cerita Bersambung – Novel Serial

Karya: Thayeb Loh Angen

Seratus perahu langga—kapal pukat–berbendera merah dan kuning berbaris memasuki gerbang Kuala Aceh. Riak-riak di belakangnya berpusing menggelombang. Itulah armada penjemput penumpang dari enam kapal pengangkut rombongan dari Istanbul yang dikirim oleh Sultan Turki Usmaniyah.

Kapal-kapal besar antar samudra itu tidak dapat merapat ke pelabuhan kecil ini, tetapi melepaskan jangkarnya sejauh satu mil dari bibir pantai. Pelabuhan Sultan di Kuala Aceh ini merupakan sebuah pelabuhan kecil untuk kebutuhan dalam kota. Pelabuhan besar tempat berlabuh kapal besar antar samudra berada di Krong Raya, antara Benteng Indrapatra dan Benteng Lamuri.

Melihat gelombang yang datang tiba-tiba, Kapten Let Pande menarik jala yang baru dibentangkannya secepat yang dia mampu. Terlambat. Sekawanan jeunara–ikan kembung–yang hampir tersangkut di jaring pun melesat kembali ke laut. Akan tetapi, begitu jala sampai di dekat kakinya, terlihat ada belasan ekor ikan kecil dan ikan buntal tersangkut. Binatang laut itu melompat-lompat, ingin kembali ke air. Kapten Let Pande pun melepaskan binatang malang itu dan melemparkannya ke laut.

“Kapten Let Pande. Panggillah pasukan, angkut barang-barang ini ke istana,” Syah Bandar bersorak seraya melambai.

“Siap, Syah Bandar.”

Kapten Let Pande berlari ke barisan rumah di belakang ujung benteng, di barat Istana Sultan Aceh. Benteng itu memanjang di tepi pantai bagian selatan kota sejauh empat mil, dari Kuala Aceh Gampong Pande ke Ujong Pancu. Di pantai sebelah barat kota, benteng didirikan memanjang sejauh empat mil, dari Kuala Aceh Lampulo ke Alue Naga. Di Kuala Aceh berdiri sebuah gerbang, penghubung dua bagian benteng, yang kini dilintasi perahu-perahu langga.

Selang beberapa saat, Kapten Let Pande dan seratus dua puluh pemuda tiba di Pelabuhan Sultan. Mereka adalah tentara kompi pengangkut barang pelabuhan dan penyimpan alat bantuan perang di bawah komando Syah Bandar, pemimpin sebuah batalion yang beranggotakan lima kompi.

Perahu-perahu langga berlabuh di Pelabuhan Sultan, tepat di depan jalan ke istana, sekira seperempat mil dari gerbang Kuala Aceh dan seperempat mil dari Istana Sultan Aceh.