BANDA ACEH – Dede Handayani Tarigan, warga Kampung Lalang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menekuni bisnis menjahit berawal dari hobi sejak berstatus siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dede yang kini menyandang gelar Sarjana Ilmu Komunikasi konsisten menjahit hingga banyak menerima order.

“Awalnya belajar dari sekolah, kan saya SMKN 8 Medan jurusan Tata Busana. Setelah itu mulailah buat beberapa motif untuk koleksi pribadi aja,” kata Dede saat dihubungi portalsatu.com/, Jumat, 28 Agustus 2020.

Dede berkisah, setelah ia memposting karya jahitannya di akun Instagramnya, banyak yang mengomentari. Dari situ, ia mulai menerima order dari teman-temanya dalam partai kecil. “Awal-awalnya teman dekat pesan, setelah itu baru banyak yang order untuk dibuatkan jahitan,” ujarnya.

Meski begitu, bukan hal mudah untuk mengembangkan bisnis menjahit tersebut. Dibutuhkan pengalaman dan ketelatenan dalam menghasilkan karya yang bernilai ekonomis di pasaran. Sehingga hasil jahitan bisa diterima konsumen dengan puas.

“Harus ada kesabaran dalam menjahit, selain itu juga harus sering-sering browsing untuk mendapatkan ide-ide baru untuk diterapkan dalam proses menjahit,” ucap gadis berparas cantik ini.

Dede memulai usahanya sejak tahun 2018 dengan memanfaatkan platform media sosial Instagram @de.wearing. Beberapa hasil tempahan di-upload ke media sosial agar mudah diakses pelanggan.

Posting-posting di Instagram hasil baju tempahan orang yang sudah siap, karena mudah diakses oleh siapa aja dan di mana aja,” tuturnya.

Dari postingan-postingan itu, Dede sudah menerima order baik dari Medan maupun luar Medan. Semua kegiatan menjahit dilakukan Dede sendiri, tidak ada pekerja lain.

“Alhamdulillah, ada juga yang order dari luar kota. Kemarin ada yang order baju keluarga dari Riau, dari Sibolga juga ada,” ujarnya.

Dari usahanya itu, Dede bisa membiayai uang kuliah hingga meraih sarjana, di samping juga dibantu biaya dari orang tuanya. “Lumayanlah, bisa bantu orang tua untuk biaya kuliah sendiri dan kebutuhan-kebutuhan lain selama ini,” kata Dede.

Menyandang gelar Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom.), Dede tak memilih terjun ke industri media atau ikut bekerja di lembaga pemerintahan. Akan tetapi gadis berdarah Karo ini memilih tetap konsisten merintis bisnis menjahit.

Dede banyak menerima tempahan baju pengantin, kebaya, baju wisuda, baju keluarga dan lain-lain. Sementara untuk desain baju, Dede menyerahkan sepenuhnya kepada pelanggan. Soal waktu, Dede mengaku tergantung desain baju yang diinginkan konsumen. 

“Kendalanya paling untuk bagian lubang kancing, jahitan bordiran dikarenakan belum punya mesinnya. Tapi kendala lain, Insya Allah, bisa di atasi semua,” ungkapnya.

Ke depan, melalui Instagram pula, Dede berencana akan menjual hasil jahitan yang sudah jadi. Sehingga konsumen bisa langsung memesan dari Instagram-nya itu.

“Ke depan akan buat baju jadi. Dijual online di Instagram, biar lebih mudah. Sekarang inikan masih tempahan dari orang,” imbuhnya.

Melalui mesin jahit, Dede mampu mengekpresikan keahliannya dalam membentuk pola menjadi jahitan sempurna. Melalui mesin jahit pula Dede bisa tetap produktif di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang sedang melanda dunia.[]