BLANGPIDIE – Sejumlah petani di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) sibuk membersihkan kebun menyusul datangnya musim durian.
“Sejak sepekan terakhir warga sibuk membersihkan kebun di kawasan gunung dan membuat gubuk-gubuk sederhana tempat mereka berteduh menunggu buah durian jatuh dari pohonnya,” ujar M. Ali, Keuchik Gampong Ie Lhob, Kecamatan Tangan-Tangan, Abdya, di Blangpidie, 17 November 2018.
Ali menjelaskan, saat musim durian, kebun-kebun warga di kawasan pegunungan terlihat bersih tanpa rumput liar dan ilalang di bawah pohon durian. “Petani membabat rumput-rumput liar supaya memudahkan mereka mencari buah durian ketika jatuh dari pohonnya pada malam hari,” tuturnya.
Selain itu, kata Ali, suasana di kebun menjadi ramai lantaran banyak warga menggunakan sepeda motor hilir mudik siang maupun malam.
“Kalau malam hari bagaikan kota. Suara knalpot saja riuh sepanjang jalan. Begitu juga cahaya senter warga menyuluh buah durian menerangi kegelapan malam,” ujar Ali.
Selama sepekan terakhir gubuk-gubuk beratap rumbia tampak menjamur di tengah kebun durian. “Jika buah durian sudah mulai jatuh, tidak hanya ekonomi masyarakat yang terbantu. Pendapatan pedagang pengumpul juga ikut bertambah,” kata Samsuar, salah seorang warga setempat.
Apalagi, tambah Samsuar, sebagian besar petani menjual buah durian kepada pengumpul yang datang ke kebun-kebun masyarakat di kawasan pegunungan.
“Kalau harganya diborong oleh pengumpul pada petani rata-rata Rp10 ribu/buah. Mereka memborong buah durian ini untuk dipasok ke Medan, Sumatera Utara,” kata Samsuar.[](Suprian)



