LHOKSEUMAWE – Kebakaran menghanguskan dua rumah warga Gampong Kutablang, Kecamatan Banda Sakti, tepat di belakang Rumah Sakit Umum (RSU) Kasih Ibu Lhokseumawe, Rabu, 17 Oktober 2018, pagi. Api yang membakar rumah itu merembes ke bangunan bagian belakang RSU Kasih Ibu, sehingga pasien dan tenaga medis berhamburan ke jalan di depan rumah sakit.
Dua rumah terbakar itu ditempati Fahrizah Nora (43), pengusaha Biro Reklame, dan Bakhtiar (47), pegawai bukan pegawai negeri sipil (PB-PNS) RRI Lhokseumawe. Saat terjadi kebakaran itu, Fahrizah bersama istrinya sedang mengantar anak mereka ke sekolah.
“Setelah mengantar anak ke sekolah, saya pergi ke Pasar Inpres untuk belanja. Pulang dari pasar, saya lihat rumah sudah terbakar. Semua isi rumah habis terbakar, tidak ada yang bisa diselamatkan, karena tidak ada orang di rumah. Beruntung mobil di garasi berhasil ditolak ke luar oleh Si Om (A. Karim) dan warga di sekitar ini, sehingga mobil selamat,” kata Fahrizal usai kejadian itu.
A. Karim (48) merupakan pekerja di tempat usaha Biro Reklame milik Fahrizal. Tempat usaha Biro Reklame itu berada di muka rumah yang ditempati Fahrizal. Rumah tersebut hangus, hanya menyisakan dinding beton. Sedangkan tempat usaha Biro Reklame tidak terbakar.
“Rumah ini milik Pak Wan, warga Lhokseumawe. Rumah ini saya sewa sambil membuka tempat usaha Biro Reklame,” ujar Fahrizal.
Fahrizah bersama istri dan anak-anaknya kini harus menumpang tinggal di rumah keluarganya di Lhokseumawe.
A. Karim mengatakan, sekitar pukul 08.00 WIB, ia sedang menyapu di muka tempat usaha Biro Reklame milik Fahrizal. “Tiba-tiba, ada seorang ibu yang mengendarai sepeda motor mengatakan kepada saya, 'Bang, itu api sangat besar di belakang'. Saya langsung melihat, ternyata kebakaran, api cukup besar di bagian belakang rumah,” kata Karim usai kejadian tersebut.
Karim kemudian memohon pertolongan dari warga di sekitar lokasi itu untuk membantu dirinya mengeluarkan mobil Innova dari garasi rumah Fahrizal agar tidak terbakar. Warga setempat lantas menghubungi pihak pemadam kebakaran.
Sementara itu, tetangga Fahrizal, Bakhtiar, mengaku mengetahui kejadian tersebut setelah ditelepon istrinya. “Saat itu saya sudah masuk kantor di RRI setelah mengantar anak ke sekolah. Ditelepon istri, katanya rumah terbakar, sehingga saya langsung pulang,” ujar PB-PNS RRI Lhokseumawe itu.
Di rumah itu, selain istri Bakhtiar, Nuraini (40), juga ada ibu mertua Bakhtiar, Sultandi (75). Nuraini dan ibunya langsung menyelamatkan diri saat mengetahui api yang membakar rumah Fahrizal menjalar ke rumahnya itu.
“Rumah milik ibu mertua saya, kami tinggal di rumah itu. Semua habis terbakar, tinggal dinding depan. Untuk sementara kami mengungsi ke Gedung RRI,” kata Bakhtiar usai kejadian tersebut.
Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran rumah Fahrizal dan Bakhtiar itu. Kedua rumah tersebut sudah dipasang garis polisi.
Sekitar pukul 13.10 WIB, Sekda Lhokseumawe, Bukhari, didampingi Asisten III Setda, Miswar, Kepala Dinas Sosial Ridwan, dan Camat Banda Sakti, Bakhtiar, menyerahkan bantuan masa panik kepada keluarga Fahrizal dan Bakhtiar.
Diberitakan sebelumnya, dua rumah warga di Gampong Kutablang, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, tepat di belakang RSU Kasih Ibu, terbakar, Rabu pagi. Api yang membakar rumah itu merembes ke bangunan bagian belakang RSU Kasih Ibu.
Kondisi itu membuat pasien dan tenaga medis RSU Kasih Ibu yang berada di lantai satu sampai lantai tiga berhamburan ke jalan depan rumah sakit di Simpang Kutablang, Lhokseumawe. Pasien bersama keluarganya dan juga tenaga medis sangat panik lantaran asap dari kebakaran tersebut masuk ke dalam bangunan RSU Kasih Ibu.(Baca: Rumah Terbakar, Pasien RSU Kasih Ibu Lhokseumawe Berhamburan ke Jalan)[](idg)





