Khairani Miskia (5) harus terbaring di tempat tidur. Tulang pinggangnya retak karena tertimpa reruntuhan saat gempa bumi 6,5 SR mengguncang Pidie Jaya, Aceh.
Saat gempa terjadi, Rabu (7/12), Miskia dievakuasi oleh tetangga yang berhasil menyingkirkan puing-puing reruntuhan. Saat itu, Miskia bersama kakaknya berada di dalam kamar.
“Setelah dievakuasi kemudian langsung dibawa ke rumah sakit,” kata ibunda Miskia, Zubaidah (26) saat ditemui di lokasi pengungsian di Desa Blang Baroh, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya, Aceh, Sabtu (10/12/2016).
Anak kedua dari tiga bersaudara itu diboyong ke Rumah Sakit Chik Ditiro di Sigli, Kabupaten Pidie. Di sana, Miskia menjalani perawatan selama tiga hari. Setelah itu Miskia diizinkan pulang dan tinggal di pengungsian yang berada tak jauh dari rumahnya.
Zubaidah menceritakan, saat gempa terjadi, dirinya, suami dan anak-anaknya sempat terjebak reruntuhan bangunan dan berhasil keluar berkat bantuan tetangganya. Dua anaknya, Miskia dan Anjali (8) tidur di kamar berbeda.
Rumah mereka yang terbuat dari batako rusak parah. Tetangganya berbondong-bondong datang membantu. Setelah Zubaidah, suami dan anaknya paling kecil dievakuasi, ia kemudian memberitahu warga dua anaknya masih tertimbun.
“Saat proses evakuasi itu dia nangis, makanya cepat ditemukan. Kami berhasil diangkat tak lama setelah gempa,” jelasnya.
Ayah Miskia, Teungku Mahdi juga mengalami luka-luka. Kepalanya bocor sehingga harus mendapatkan beberapa kali jahitan.
“Ini luka di kepala saya,” kata Mahdi sambil membuka peci yang dikenakannya.[] detik.com

