Ini bukan tentang pencapaian
atau perjuangan semata,
tapi isyarat untuk membuka jiwa
bagi pembuka hidup bermula.
Sepotong hati sang ibu
menjadi saksi surgawi
dalam kelana panjang
menembus dinding waktu.
Sambil mengeja
dan membaca peristiwa dari bening matanya,
aku selalu menyimpul rindu,
(entah itu engkau…) cerita tentang ibu
tak akan pernah tuntas, sedang ayah memperkuat cerita itu hingga terhubung dalam benang sejarah.[]
Taufik Sentana
Peminat sastra sufistik


