BLANGKEJEREN – Seluruh pekerjaan fisik di bawah Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020 belum ada yang direalisasikan. Sehingga Rp18 miliar DAK belum dapat dicairkan sepeserpun meski sudah masuk September.
Kepala Dinas Pendidikan Gayo Lues, Anwar, S.Pd., mengatakan kegiatan bersumber dari DAK Dinas Pendidikan sedang dalam proses. Menurut dia, dalam beberapa hari ke depan mulai pekerjaan dan dana dapat direalisasikan tahap awal.
“Secara administrasi sudah saya tanda tangani semua dokumen. Insya Allah, beberapa hari ke depan dana tahap awal sudah direalisasikan. Coba konfirmasi ke Kabid Sapras (Sarana dan Prasarana), secara teknis, supaya lebih akurat,” kata Anwar kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Rabu, 2 September 2020.
Kabid Kelembagaan Sarana dan Prasarana (KSP) Dinas Pendidikan Gayo Lues, Khairul Pata, S.T., Kamis, 3 September 2020, membantah DAK Dinas Pendidikan mengendap. Akan tetapi, dia mengakui hingga hari ini belum ada sepesrpun DAK yang dicairkan.
“DAK Dinas Pendidikan yang fisik berupa konstruksi dan pengadaan atau khusus fisik anggarannya kurang lebih Rp18 miliar, dan sampai sekarang ini belum ada ditarik sepeserpun,” kata Khairul.
Menurut Khairul, DAK tahun 2020 Rp18 miliar itu semuanya bersifat swakelola. Seperti pembangunan prasarana sekolah, rehabilitasi, dan pengadaan melalui e-katalog. “Yang sudah berjalan saat ini kegiatan e-katalog, itu sudah keluar semua nomor kontraknya. Yang konstruksi sudah ditandatangani MoU-nya, kemudian keuangan dalam proses pencairan saat ini,” ujarnya.
Dia memastikan sebelum berakhir tahun 2020 semua DAK sudah dicairkan. “Untuk pekerjaan fisik, minggu kedua bulan September sudah berjalan, sebab transfer anggaran dari pemerintah pusat ada kendala dan baru bulan Agustus ditansfer ke daerah,” tutur Khairul.
Khairul merasa optimis semua pekerjaan/kegiatan bersumber dari DAK Dinas Pendidikan 2020 akan terealisasi sebelum tahun anggara berakhir.[]



