BLANGKEJEREN – Belum pulihnya pandemik coronavirus disease 2019 (Covid-19) telah menyebabkan merosotnya ekonomi dan menurunnya Pendapan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Gayo Lues, karena sumber-sumber pemasukan daerah berjalan tidak normal.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Gayo Lues, Mukhtar, Selasa 5 Mei 2020. Menurutnya, ada beberapa macam sumber PAD Gayo Lues mengalami lesu, seperti dari bidang perhotelan, retribusi, galian C, getah pinus, restorant dan sejenisnya.

“Akibat banyak aktivitas dan kegiatan tidak berjalan, saya rasa untuk mencapai 50 persen PAD Gayo Lues sesuai dengan target juga bakalan sulit. Ini semua karena masih dalam masa darurat Covid-19, dan kami yakin bukan Gayo Lues saja yang mengalami hal ini, tapi hampir semua kabupaten,” katanya.

Ia mencontohkan, selama ini setiap tamu yang menginap di hotel ikut menyumbangkan PAD, tetapi sejak pandemi Covid-19 mewabah, bisnis perhotelan hampir tidak ada pengunjung. Begitu juga dengan PAD dari restoran dan galian C yang nyaris tidak ada lantaran tidak ada aktifitas masyarakat.

Berdasarkan data BPKD Gayo Lues, target PAD tahun 2020 mencapai Rp 54,102 miliar, tapi yang baru terealiasasi hanya Rp3,884 miliar atau hanya sekitar 7,18 persen. “Dampak dari realisasi PAD yang tidak seasuai target ini, maka kegiatan-kegiatan yang bersifat tidak mendesak keperluanya akan dihapus,” jelasnya.[**]