BIREUEN – Dampak dilakukan refocusing anggaran sebab pandemi Covid-19, masyarakat Kabupaten Bireuen diminta bersabar. Pasalnya, tidak semua usulan pembangunan dapat direalisasikan tahun anggaran 2021.

“Masyarakat kami harap bersabar sebab terbatasnya anggaran, pembangunan akan terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang,” ucap Bupati Bireuen, Muzakkar A. Gani, pada Musrenbang Tingkat Kabupaten Tahun 2021 untuk Perencanaan Pembangunan Tahun 2022 di Aula Lama Setda Bireuen, Kamis, 25 Maret 2021.

Bupati Bireuen tak menyebutkan jumlah riil anggaran refocusing tahun 2021 serta capaian proses refocusing yang sudah dilakukan Pemkab Bireuen.

Pada kesempatan itu Muzakkar turut menyampaikan bahwa ada penurunan angka kemiskinan dari 17.08 persen pada tahun 2015 turun menjadi 13,06 persen pada tahun 2020. Masih tinggi dari rata-rata nasional 9,41 persen.

“Penanggulangan kemiskinan merupakan salah satu prioritas utama dalam RPJM Kabupaten Bireuen tahun 2017-2022,” ujar Muzakkar.

Di bidang lain, Bupati Bireuen mengatakan terus meningkatkan program pembangunan di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Bahkan Bireuen menjadi satu dari 7 kabupaten kota di Aceh yang mendapat penilaian dari Tim Kementerian PPPA untuk memperoleh Anugerah Parahita Ekapraya (APE).

Kepala Bappeda Bireuen, Muslim, M.Si., mengatakan proses Musrenbang telah diawali dari tingkat desa, kecamatan. Lalu digelar forum SKPK hingga pelaksanaan Musrenbang tingkat kabupaten.

Musrenbang Kabupaten Bireuen dihadiri kepala SKPK, diikuti undangan dari berbagai kalangan dalam jumlah terbatas. Pelaksanaan kegiatan itu dengan mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes). [] (Murdeli)