Karya: Taufik Sentana
Peminat prosa religi.
Dari rindu ke rindu,
Seberapa rindu?
Angin telah menghempas
Dedahan yang keras.
Seberapa ingin,
Debu zaman telah disibak.
Seberapa jarak,
Saat hasrat mendekap
Namun malu menyergap.
Rindupun gagap.
Seberapa rindu,
Dari musim ke musim
Ke kelopak bunga yang syahdu
Ialah jelajah jiwa yang lembut.
Seberapa dekat,
Gejolak harapnya
Sampai ke telaga Kautsar.
Seberapa rindu,
Berita berita zaman berlaluan
Kita mereke reka sosok pengubah.
Padahal kita adalah jawaban dari doa doanya.
Seberapa rindu,
Seberapa pantas
Seberapa cahaya melintas
Seberapa bibir mengulum salam.
Seberapa rindu?
Untuk rindu yang tak berduri
Untuk rindu yang jinak-abadi
Untuk rindu yang menyejuk bumi.
Seberapa merdu
Kicauan para perindu
Yang memadati gelombang cahaya
Lalu sampai di pangkuannya.
Dari lelah bumi
Ke tangga tangga langit
Rindu rindu kami
Biarkan menjuntai
Menjadi makrifat diri
Yang menepi-mencari
Dan menemukan rindumu.
Seberapa rindu
Yang kita ungkapkan
Dan kita rahasiakan
Untuk kekasih pertama kita?
Seberapa rindu
Seberapa ingin
Seberapa kagum
Seberapa takjub,
Seberapa sampai
Salam rinai ini
Dari keriuhan galaksi
Yang memancar nur mu:
Duhai, salam salawat atasmu
Dari waktu ke waktu
Dari rindu ke rindu.[]




