Karya: Jamaluddin*
Kami telah tiada
Waktu telah berputar
Kami telah asing dimata anak bangsa
Kemuliaan zaman telah menghargai kami dengan membentangkan selimut kotoran ke wajah
Diantara baris pilu
Senyum masih tersisa ketika
Mensaksikan mereka cucu-cucu kami Aneuk Meudagang Al’Asyi masih ada di Balee Beut dengan Teungkunya
Namun kami seakan ingin meraung berduka hingga terdengar ke pintu langit menangis ketika menyaksi
Bandar telah ternoda
Pelabuhan telah ditinggalkan
Istana rubuh runtuh
Ulee Balang jika masih mudah tergoda
dengan dunia
Menjadi budaklah baginya dunia dan menjadi hina dina di alam semesta
Di tengah jeritan perang yang tak seimbang
Terkadang kami ingin beri penghormatan kepada pejuang yang dengan berani menjemput syahad
Meurah
Kemarilah sebentar
Hubungan kita masih tersambung
Iman kita masih terhubung
Berziarahlah
Wahai ananda
Nisan kami di Pande di antara sampah-sampah berbau
Lihat taman bunga di Kerkhoff bermekaran
Ananda
Dipundak waktu
Kerinduan masih terus kami pikul
Sejenak sebelum khatib Jumat
ke tangga mimbar
Di sini kami ingin menatap wajah kalian
Di sini sejenak kita bentangkan bersama senyuman
Sabtu, 27 Februari 2021.[]
*Peminat Budaya, menetap di Lhokseumawe.





