Senin, Juni 24, 2024

Judi Online: Antara Frustasi...

Oleh: Muhammad Syahrial Razali Ibrahim, Dosen Fakultas Syariah IAIN LhokseumawePemberitaan judi online akhir-akhir...

Hujan dan Angin Kencang,...

ACEH UTARA - Dua rumah di Dusun Dua Lampoh U, Keude Pantonlabu, Kecamatan...

Jelang Pilkada Subulussalam, Fajri...

SUBULUSSALAM - Komunikasi elit partai politik jelang Pilkada Subulussalam mulai terlihat intens. Terbaru,...

Jemaah Haji Aceh Dipulangkan...

BANDA ACEH – Jemaah Haji Debarkasi Aceh (BTJ) akan dipulangkan dari Arab Saudi...
BerandaBerita LhokseumaweDewan Komisaris, Direktur...

Dewan Komisaris, Direktur PT RSAM, dan Direktur Rumah Sakit Arun Lhokseumawe Diberhentikan

LHOKSEUMAWE – Pemegang saham PT Rumah Sakit Arun Medica (RSAM) memberhentikan dengan hormat Dewan Komisaris, Direktur PT RSAM, dan Direktur Rumah Sakit Arun Lhokseumawe.

Keputusan tersebut diambil hasil rapat di luar RUPS dihadiri seluruh pemegang saham PT RSAM, di Kantor PT Pembangunan Lhokseumawe (Perseroda), Senin, 3 Juni 2024. Yaitu, PT Pembangunan Lhokseumawe atau PT PL (pemegang 95 persen saham perseroan) diwakili Muhammad Ridhwan, S.E., M.Si., selaku Plt. Direktur PT PL, T. Adnan, S.E., dan Zakaria, SKM., M.Kes. (masing-masing pemegang 2,5 persen saham perseroan).

Di Pemko Lhokseumawe, M. Ridhwan saat ini menjabat Plt. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), T. Adnan adalah Sekda, dan Zakaria merupakan Kabag Perekononian dan SDA Setda.

Informasi diperoleh portalsatu.com, dalam rapat itu dibacakan klarifiaksi/pembelaan tertulis dari Widyana Verawaty Siregar (Direktur PT RSAM), Halida (Direktur RS Arun Lhokseumawe), dan Sapna Biby (Komisaris Utama PT RSAM).

Setelah itu, para pesero berkesimpulan secara bulat untuk: Pertama, tidak menerima klarifikasi dan pembelaan diri dari Widyana Verawaty Siregar dan Halida. Hal ini lantaran yang bersangkutan dinilai tidak mampu membuktikan bahwa gaji anggota direksi dan dewan komisaris telah disetujui melalui RUPS PT RSAM sampai keputusan tersebut dibuat, yang menunjukkan bahwa ada peraturan perundang-undangan yang tidak dipatuhi.

Selain itu, anggota direksi tidak mengajukan rencana kerja kepada komisaris dan/atau RUPS paling lambat 30 hari sebelum dimulainya Tahun Buku 2024 dan juga Pemko Lhokseumawe sebagaimana maksud Perjanjian Kerja Sama. Dengan tidak diajukan rencana kerja sebelum Tahun Buku 2024, secara serta merta dewan komisaris dan anggota direksi dinilai tidak menjalankan kewajiban yang paling krusial dari pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama Operasionalisasi dengan Pemko Lhokseumawe (PKS Nomor 027/RSAM/X/2023).

Namun, berdasarkan surat-surat Anggota Komisaris PT RSAM, rapat menilai sudah ada upaya pengawasan yang dilakukan Komisaris Utama PT RSAM yaitu Sabna Biby. Sehingga rapat berkesimpulan secara bulat bahwa dapat menerima klarifikasi dan pembelaan diri dari Sapna Biby tersebut. Oleh karena itu, Sapna Biby tetap dipertahankan sebagai Anggota Dewan Komisaris PT RSAM.

Kedua, rapat tersebut juga mempertimbangkan posisi Dewan Komisaris PT RSAM, T. Adnan, untuk dilanjutkan atau tidak sebagai Dewan Komisaris.

Ketiga, rapat memutuskan: Mengubah struktur organisasi Dewan Komisaris PT RSAM menjadi dua anggota Dewan Komisaris terdiri dari Komisaris Utama dan Komisaris; Memberhentikan dengan hormat T. Adnan sebagai Dewan Komisaris PT RSAM; Memberhentikan dengan hormat Widyana Verawaty Siregar sebagai anggota direksi (Direktur, red) PT RSAM; Memberhentikan dengan hormat Halida sebagai Direktur Rumah Sakit Arun Lhokseumawe.

Plt. Direktur PT Pembangunan Lhokseumawe (Perseroda), Muhammad Ridhwan, dikonfirmasi portalsatu.com via telepon, Senin (3/6), malam, membenarkan informasi tersebut.

Ditanya siapa diangkat/ditunjuk sebagai Anggota Dewan Komisaris PT RSAM, Direktur PT RSAM, dan Direktur RS Arun Lhokseumawe yang baru hasil rapat itu, Ridhwan mengatakan, “Komisaris Utama (PT RSAM) tetap Ibu Sapna Biby, dan Komisaris Pak Said Ihsan (saat ini menjabat Irban Inspektorat Lhokseumawe, red). Untuk Direktur PT RSAM merangkap Direktur RS Arun Lhokseumawe, dr. Yanuar, Sp.S., beliau orang internal”.

Untuk diketahui, Pj. Wali Kota Lhokseumawe, Imran, melantik Dr. Sapna Biby, Widyana Verawaty Siregar, Ph.D, dan drg. Halida masing-masing sebagai Komisaris Utama (Komut) dan Direktur PT Rumah Sakit Arun Medica (RSAM), serta Direktur/Kepala Rumah Sakit Arun, di Aula RS itu, Rabu, 11 Oktober 2023.

PT RSAM merupakan anak usaha PT Pembangunan Lhokseumawe (PL) yang didirikan akhir tahun 2022 untuk mengelola Rumah Sakit Arun.

Widyana Verawaty Siregar dan Sapna Biby merupakan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Malikussaleh (FEB Unimal). Sedangkan Halida sudah lama bekerja di RS Arun.

Baca: Pj Wali Kota Lhokseumawe Lantik Komut dan Direktur PT RSAM Hingga Kepala Rumah Sakit Arun.[](red)

Baca juga: