LHOKSEUMAWE – DPRK Lhokseumawe minta pemerintah setempat segera memulai proses pelelangan proyek-proyek sumber dana tahun 2016. Pasalnya, jika sampai pelelangan proyek fisik molor seperti tahun lalu, dikhawatirkan akan berdampak terhadap pelaksanaan pembangunan di kota ini.

“Kita berharap ini segera ditindaklanjuti sebagaimana mekanisme yang berlaku. Memang menurut informasi dari pihak eksekutif, belum dimulai pelelangan karena DAK dan Otsus belum masuk ke kas daerah. Tapi persoalan ini harus secapatnya dicarikan jalan keluar yang terbaik agar tidak berdampak buruk terhadap Kota Lhokseumawe,” kata Wakil Ketua Komisi C DPRK Lhokseumawe M. Hasbi, S.Sos., MSM., kepada poratlsatu.com, Jumat, 11 Maret 2016.

Hasbi menyebut bila perlu Pemko Lhokseumawe “jemput bola” ke Pemerintah Pusat terkait belum ditransfernya Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2016. Begitu pula soal dana otonomi khusus (Otsus) yang belum dikirim oleh Pemerintah Aceh.

“Saya kira Pemko Lhokseumawe perlu mengambil langkah-langkah cepat dan tepat. Jika memang dokumen persiapan untuk melaksanakan pelelangan sudah siap, tapi dana itu belum masuk, tentu harus disampaikan kepada pemerintah tingkat atas terkait hal ini. Intinya, proses lelang tidak boleh terus berlarut-larut, karena kalau anggaran tidak terealisasi secara maksimal dapat membuat stagnan pembangunan fisik maupun perekonomian,” ujar politisi Partai Demokrat ini.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota Lhokseumawe hingga kini belum melelang satu pun paket pengadaan/proyek sumber dana APBK 2016. Sementara Pemerintah Aceh Utara sudah memulai proses pelelangan.

Sekretaris Kota Lhokseumawe Dasni Yuzar dihubungi portalsatu.com lewat telpon seluler, Jumat, 11 Maret 2016, membenarkan hingga kini belum dimulai pelelangan proyek-proyek sumber dana tahun 2016.

“DED (detail engineering design/produk dari konsultan perencanaan) di dinas-dinas sudah siap dari bulan dua belas kemarin (Desember 2015), syarat-syarat lainnya juga sudah disiapkan. Tapi dokumen itu belum berani diserahkan ke ULP (Unit Layanan Pengadaan) untuk dimulai pelelangan, karena DAK dan Otsus 2016 belum kita terima,” ujar Dasni. (Baca: Kagura! Lhokseumawe Belum Lelang Proyek 2016, Aceh Utara 20 Paket)[] (idg)