Jumat, Juli 19, 2024

Ini Kata Camat Tanah...

ACEH UTARA - Pemerintah sedang melakukan pendataan bangunan yang rusak akibat diterjang badai...

JPU Tuntut Lima Terdakwa...

BANDA ACEH - Jaksa Penuntut Umum menuntut empat terdakwa perkara dugaan korupsi pada...

Abu Razak Temui Kapolda,...

BANDA ACEH – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh H. Kamaruddin...

Diterjang Badai, Lapak Pedagang...

ACEH UTARA - Banyak lapak pedagang dan warung di sepanjang jalan Simpang Rangkaya,...
BerandaNewsDi Lhokseumawe, Penjualan...

Di Lhokseumawe, Penjualan Kelapa Parut Meningkat

LHOKSEUMAWE – Para pedagang kelapa parut di pasar tradisional Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe menyebutkan penjualan mereka meningkat tajam semenjak perayaan Natal hingga memasuki bulan Maulid. Tingkatnya volume penjualan berdampak pada kenaikan harga jualnya.  

Saiful, salah satu pedagang kelapa parut di Pasar tersebut, kepada Portalsatu.com, mengatakan dirinya mampu menjual 100-150 butir kelapa dalam sehari.

“Saat ini harganya lumayan naik dan dilihat dari ukuran besarnya. Untuk ukuran besar harganya Rp2500 per butir, ukuran sedang harganya Rp2000 per butir dan ukuran kecil harganya Rp1400 per butir. Setiap ukuran naik sebesar lima ratus rupiah,” kata Saiful, Selasa, 12 Januari 2016.

Dia menyebutkan harga kelapa tua di Lhokseumawe ini diambil dari pedalaman Kabupaten Aceh Utara, dan juga Kabupaten Bireun.

“Pasokan buah kelapa tua masih mudah didapatkan, karena daerah kita terdapat banyak tanaman kelapa,” ujar Saiful

Saiful menyebutkan masyarakat kini tidak hanya membeli kelapa parut namun langsung menyuruh peras sehingga menjadi santan. Menurut Saiful, di tempatnya kini sudah ada alat untuk memeras kelapa, dan ongkosnya hanya seribu Rupiah.

Menurut Saiful, Aceh merupakan daerah pemasok buah kelapa ke Sumatera Utara hingga ke Pulau Jawa baik kelapa muda maupun kelapa tua. Hal ini disebabkan semua kabupaten di Provinsi Aceh terdapat tanaman kelapa.[](tyb)

Baca juga: