Senin, Juli 22, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaDi Woyla, Minum...

Di Woyla, Minum Kopi Pagi di Kedai adalah Aib Memalukan

BANDA ACEH – Julukan orang untuk Aceh sebagai negeri seribu kedai kopi disayangkan oleh sebagian masyarakat yang budaya minum kopi di kedai merupakan aib bagi mereka. Sebagai contoh, masyarakat Woyla, Aceh Barat.

Seorang penduduk Woyla yang bermukim di Banda Aceh, Mustafa Husen, mengatakan, di Woyla, sejak dirinya lahir memang sangat jarang ada kedai kopi. Penduduk Woyla meracik sendiri bubuk kopi dan menyeduhnya di rumah.

“Yang ada di kecamatan, Itu pun beberapa. Anehnya, kalau ada yang nekat buka kedai kopi, banyak yang gulung tikar. Di kampung saya, Padang Jawa, Woyla, Aceh Barat, cuma ada satu kedai kopi. Di kampung sebelah, ada dua. Itu jadi rujukan enam kampung sekitar,” kata Mustafa Husen, kepada portalsatu.com, Sabtu, 2 September 2017.

Mustafa mengatakan, klaim julukan Aceh negeri seribu kedai kopi, tidak representatif dari seluruh daerah di Aceh.

“Julukan itu hanya berlaku di ibukota Aceh (Banda Aceh) yang kedainya sebagian besar dibuka oleh para pendatang, dan semoga perantau dan mahasiswa di Banda Aceh tidak membawa pulang budaya tidak baik itu,” kata Mustafa yang juga juru bicara FPI Aceh. 

Berikut adalah status di jejaring sosial facebook.com akun Mustafa Musen, pagi ini:

============

Ngopi di warkop Aib bagi warga Woyla

Adalah Aib besar bagi ureung agam Woyla Raya Jêb kuphi beungoh bak warông. 
Tersebab itulah di Woyla Raya budaya ngopi beungôh yang sudah dikecam oleh berbagai kalangan di Aceh itu tidak ada.

Sudah jamak di rumah warga ada bubôk kuphi yang diracik sendiri dan tentunya disedu oleh istri tercinta setiap paginya.

Tersebab itu juga di Woyla Warkop bisa dihitung jari. Jika pun ada bukanya diatas jam pagi.

Ini budaya positif yang perlu dibumikan di Aceh yang kerap kali di juluki akhir-akhir ini dengan ” Kota 1001 Warung Kuphi”

*Saleum aneuk Agam Woyla, Tafa*

===================

Kepada portalsatu.com, Mustafa mengatakan, bubuk kopi di Woyla berasal dari biji kopi dari kebun di sana, yakni di Lampoh Kupi hutan Paya Tho, Ie Itam, Woyla, dan sekitarnya seperti Aron Baroh dan Aron Tunong.

“Di kedai Woyla sangat mudah ditemukan biji kopi. Umumnya ibu-ibu membeli biji kopi untuk dijadikan bubuk sesuai selera masing-masing. Istilah Woyla adalah 'top kupie atau lheue kupi',” kata Mustafa yang juga pengurus dan pengajar di Dayah Abu Krueng Kalee, Banda Aceh.

Foto kedai kopi di atas adalah kedai kopi di Gampong Padang Jawa, Woyla, Aceh Barat. Direkam oleh Mustafa Husen pada Sabtu 2 September 2017, pukul 08:38. Terlihat sepi, tidak ada pengunjung.[]

Baca juga: