ACEH UTARA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Utara akan melakukan vaksinasi terhadap 6.000 lebih tenaga kesehatan (nakes) di kabupaten itu. Namun, vaksin Covid-19 yang baru diterima dari Dinkes Aceh 5.645 vial atau sekitar 113 kotak.
Ribuan vaksin dikirim Pemerintah Aceh itu tiba di Kantor Dinkes Aceh Utara, Senin, 1 Februari 2021, sore. Penyerahan vaksin dari tim pendamping Dinas Kesehatan Aceh diterima Sekda Aceh Utara, A. Murtala dan Kepala Dinkes Aceh Utara, Amir Syarifuddin.
Amir Syarifuddin mengatakan pihaknya telah menerima vaksin yang didistribusikan Dinkes Provinsi Aceh sebanyak 5.645 vial dari usulan 376 ribu. Vaksin yang sudah diterima tersebut untuk lebih 6.000 petugas atau tenaga kesehatan di Aceh Utara.
“Itu masih ada kekurangan dari jumlah vaksin tersebut. Kita berkoordinasi kembali dengan pihak Dinkes Aceh kapan bisa dilakukan kegiatan vaksinasi perdana di Aceh Utara, termasuk jumlah vaksin yang masih kurang. Kita sebagai pelaksana tetap menunggu instruksi berikutnya dari pimpinan di tingkat provinsi,” kata Amir Syarifuddin, Senin, sore.
Menurut Amir, apabila sudah ada instruksi dari Dinkes Aceh untuk segera dilaksanakan vaksinasi, maka vaksin yang sudah diterima akan didistribusi ke 32 Puskesmas di Aceh Utara untuk tenaga kesehatan. Pelaksanaan perdana vaksinasi itu nanti dilakukan secara serentak, termasuk nakes di Dinkes Aceh Utara.
“Ada sejumlah titik yang akan dilaksanakan vaksinasi, yaitu di Dinkes, Puskesmas, Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM), dan Rumah Sakit PT PIM,” tutur Amir.
Menurut Amir, pihaknya sudah menyiapkan tenaga vaksinator di semua Puskesmas tiga atau empat orang sesuai yang di-SK-kan. “Ini sudah dilatih semua, karena yang diembankan tugas itu memang kepada petugas lama atau berpelangan,” ujarnya.
Selain untuk para nakes, kata Amir, vaksinasi direncanakan untuk tingkat Pemkab Aceh Utara terhadap pejabat Forkopimda, sedangkan tingkat kecamatan yaitu Muspika.
Amir mengaku sampai saat ini belum mengetahui jumlah anggaran untuk kegiatan vaksinasi. “Kita belum tahu, kalau saya bicara ini kita masih bersifat gotong royong. Belum ada arah pembicaraan berapa anggaran, dari mana sumber anggaran, kita belum tahu,” ucapnya.[]




