LHOKSUKON – Asupan makanan bergizi bagi ibu hamil dinilai sangat penting untuk mencegah stunting. Sebab, masa kehamilan merupakan periode kritis karena adanya pembentukan cikal bakal berbagai organ penting. Pertumbuhan dan perkembangan setiap organ sangat bergantung pada asupan gizi ibu.

“Peran asupan gizi itu penting sekali, mulai dari ibu hamil. Pemberian makanan bergizi bagi ibu hamil untuk mencegah kekurangan gizi pada saat kehamilan,” kata Plt. Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Jalaluddin, SKM., M.Kes., Rabu, 2 Juli 2025.

Selain itu, kata dia, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal bagi ibu hamil agar mendapat tambahan asupan gizi. PMT berbahan pangan lokal merupakan upaya dari titik-titik krusial dalam rangka memperbaiki status gizi ibu hamil dan mencegah stunting. Diharapkan dari PMT ini terjadi penambahan berat badan ibu hamil yang sesuai dengan usia kehamilannya.

PMT dengan pangan lokal ini disajikan siap santap oleh Posyandu dan dimasak oleh kader dengan menu khusus yang memenuhi kebutuhan gizinya baik protein maupun kebutuhan gizi yang lain.

“Pencegahan stunting jauh lebih efektif dibandingkan pengobatan stunting,” ucap Jalaluddin.

Dia menyebut upaya merealisasikan Transformasi Layanan Primer untuk mengatasi masalah gizi yaitu dengan meningkatkan layanan promotif dan preventif yang lebih terarah di seluruh masyarakat agar kualitas kesehatan pun menjadi jauh lebih baik.

Peran ahli gizi sangat diperlukan untuk dapat mengedukasi masyarakat agar dapat mengatur pola hidupnya dan mengubah paradigma masyarakat untuk dapat menjaga kesehatannya.

Mengutip buku Stunting-pedia: Apa yang Perlu Diketahui tentang Stunting, apabila kebutuhan asupan gizi ibu hamil tidak tercukupi, pertumbuhan organ vital janin akan terhambat. Otak sendiri membutuhkan zat besi yang cukup banyak dibandingkan dengan organ lain.

Kekurangan zat besi pada janin di awal kehidupan, dengan atau tanpa anemia, dapat mengganggu perkembangan sel-sel saraf pembentuk otak. Jika terjadi gangguan perkembangan struktur sel saraf, dapat menimbulkan gangguan fungsi otak dan perilaku di masa dewasa. Pada periode kritis ini, anak juga lebih sensitif terhadap rangsangan dari lingkungan sekitarnya (termasuk lingkungan di dalam rahim ibu).

Gangguan dapat menyebabkan masalah yang sifatnya permanen atau sulit diperbaiki. Dalam perkembangan otak sendiri, ada periode yang dikenal sebagai periode pacu tumbuh otak (brain growth spurt), yaitu saat otak berkembang sangat pesat. Periode pacu tumbuh otak yang pertama dimulai ketika usia kehamilan ibu memasuki trimester ketiga.

Semakin banyak komunikasi efektif (stimulasi) yang dilakukan pada periode ini, semakin baik pula perkembangan pembelajaran dan daya ingat (memori) anak.

Melansir laman Kemenkes RI, penurunan prevalensi stunting dipengaruhi oleh empat masalah gizi, yakni weight faltering, underweight, gizi kurang, dan gizi buruk. Setelah empat masalah gizi tersebut teratasi, penurunan prevalensi stunting akan terjadi.

Pencegahan stunting yang lebih tepat harus dimulai dari hulu yaitu sejak masa kehamilan sampai anak umur dua tahun atau 1000 hari pertama kehidupan.

Sejumlah faktor yang mempengaruhi adanya penurunan stunting antara lain inisiasi menyusui dini, pemberian ASI eksklusif, pemberian protein hewani dan konseling gizi.[](*)