Oleh: Iswadi Arsyad Laweung*

 

Tak perlu iri dan dengki dengan kelebihan

dan anugerah yang dimiliki orang lain

Ingatlah  karena setiap kita memiliki kelebihan

Iri dan dengki  hanyalah milik mereka yang tak menghargai kelebihannya

 

Kebahagiaan itu bukanlah milik mereka

yang hidup dalam kemewahan,

Tetapi juga milik mereka yang hidup dalam kesederhanaan

Namun  tak lupa berucap syukur dan berterima kasih

 

Sadarilah terkadang oleh Yang Maha Kuasa

telah membiarkan mereka yang membencimu dan menyakitimu,

hanya agar mereka tahu

bahwa tak ada yang mampu menjatuhkanmu

 

Engkau bahagia bukan di kala engkau mendapat yang  dinginkan,

tetapi ketika engkau mampu bersyukur atas apa yang  didapatkan

Jika engkau mampu bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan untukmu,

Engaku tak akan cemas memikirkan apa yang bukan milikmu.

 

Ketika dia yang engkau cinta pergi meninggalkanmu

 Itu karena engkau berdoa untuk mendapatkan seseorang yang baik

dan dia tidak baik untuk diri engku

Kadang, meski pernah terluka, kamu masih beri kesempatan kedua. Karena kamu tahu, hidupmu jadi lebih baik sejak bertemu dirinya.

 

Hargailah  perasaan seseorang, bahkan jika itu tak berarti apa-apa bagimu,

karena mungkin saja itu berarti segalanya bagi dia.

Jangan pernah ragu

Bahwa Allah  akan selalu memberikan yang terbaik untukmu,

 

Meski terkadang engkau harus merasakan sakit dahulu.

Jika kamu cinta dia, biarkan dia menjadi dirinya sendiri,

Niscaya engkau tak akan kecewa ketika mereka tak seperti yang kamu inginkan.

Dalam hidup, lebih baik saat engkau mampu mengalahkan egomu,

daripada engkau memenangkan begitu banyak perselisihan

 

Cintalah  kebaikan dan hati yang penuh maaf

Ini merupakan kunci untuk sebuah hidup yang lebih menyenangkan dan berbahagia.

Buanglah iri dan kedengkian yang membunuh dirimu sendiri

Yakinlah bahwa kamu lebih berani, lebih kuat dan lebih pintar dari yang kamu pikirkan

 

Jadilah pribadi yang ikhlas dan mandiri serta penuh senyuman

Jadilah pribadi yang menghargai kelebihan orang lain

Jangan pernah mengeluh dengan keadaan yang datang di hari ini.

Apa pun yang terjadi, terimalah dengan lapang hati dan penuh ikhlas

 

Ingatlah keikhlasan itu akan membunuh sosok iri dan dengki

Bak pembunuh bertangan dingin

Ingatlah keikhlasan itu nurullah yang dicampakkan dalam hati

Niscaya dia akan hancur dan binasa pada suatu saat nantinya

 

Berdolah semoga keganasan penyakit iri dan dengki pergi darinya

Berdoalah dan kirimlah pahala untuk sang pendengki dan iri

Bedoalah terus menerus jangan bosan untuk sang pendengki dan iri

sehingga di akhirat nanti  dia tahu siapa yang sayang kepada sang pendengki dan iri

 

Samalanga, 21 April 2017

*Staf Pengajar Sastra di Dayah MUDI Masjid Raya Samalanga