Minggu, Juli 21, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaDua Meninggal dan...

Dua Meninggal dan Tiga Luka-Luka Akibat Tertimpa Pohon

BENER MERIAH – Dua orang meninggal dan tiga luka-luka setelah satu pohon besar tumbang menimpa mereka. Kelima korban saat ini berada di RSUD Munyang Kute, Bener Meriah. Kelima korban terlihat tanpa didampingi keluarganya.

Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 05:00 WIB pagi di kawasan perkebunan Desa Pucoek Nuning, Kecamatan Syiah Utama, Bener Meriah, Senin, 20 Juni 2016.

Dua korban meninggal adalah Sadri, 38 tahun, dan Fadhil, 24 tahun. Sementara korban luka-luka Afdal, 18 tahun, dan Hamdani Hamzah, 33 tahun, dan Ibrahim, 38 tahun.

Awak nyoe ureung Ule Gle, Pidie Jaya menyoe hana salah, hana that tingat kuh le,” kata salah seorang korban selamat, Ibrahim, warga Plimbang, Bireuen di RSUD Munyeng Kute, Bener Meriah.

Ibrahim mengalami patah tulang di bagian tubuh dan luka dalam. Ia mengaku seorang kerabatnya bernama Muhammad Idris sempat membangunkannya sebelum pohon itu menghantam gubuk tempat istirahat mereka.

Hana that kupateh, ku eh laju lom, meunan kabrat su patah kaye baroe kulumpat,” katanya.

Sementara itu, Muhammad Idris menceritakan, sebelum pohon tumbang, ia telah berusaha membangunkan teman-temannya itu yang tengah tidur di dalam gubuk.

“Pohon itu memang sudah lapuk, jadi saya sempat mendengar suara seperti patahan-patahan pohon, lalu saya terbangun dan langsung membangunkan mereka, tapi mereka tidak menghiraukannya, lantas suara semakin membesar maka saya langsung melompat ke bawah dan lari,” kata Muhammad Idris, warga Ule Gle, Pidie Jaya yang pada malam itu juga tidur di gubuk yang sama.

Disebutkan, keberadaan mereka di pedalaman Bener Meriah itu untuk membuka lahan perkebunan baru untuk ditanami pinang. Mereka tiba di Syiah Utama, Bener Meriah awal Ramadhan 1437 H.[]

Baca juga: