LHOKSEUMAWE — Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah menilai, dua proyek di Aceh Utara yang bersumber dari APBA 2017 berpotensi tak selesai hingga 15 Desember 2017. Dua proyek tersebut adalah Jembatan Pange di Kecamatan Pirak Timu dan sarana wisata pantai di Bantayan, Seunuddon.
Hal itu diungkap Nova kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan rekanan proyek APBA dan Pemkab Aceh Utara di kantor bupati setempat, Sabtu siang, 21 Oktober 2017.
Secara keseluruhan realisasi proyek APBA di Aceh Utara berjalan baik, hanya dua proyek itu berpotensi telat selesai sampai akhir tahun ini karena sejumlah persoalan. Potensi telat selesai hanya 10 sampai 20 persen, kata Nova.
Nova menerangkan, persoalan di jembatan Pange, pembangunannya berdekatan dengan jembatan gantung lama. Jadi harus digeser dan desainnya harus dirancang kembali. Dua masalah itu mengakibatkan waktu terbuang selama satu bulan. Namun sudah diadendum selama satu bulan, targetnya, proyek bisa selesai sebelum mati kontrak.
Adapun dengan proyek sarana pendukung wisata di Gampong Bantayan Seunuddon, Nova menyebutkan terkendala permasalahan lahan. Rekanan terpaksa harus menggeser lokasi pembangunan. Kendala ini bukan dari rekanan, melainkan karena persoalan lahan memaksa rekanan menggeser lokasi, katanya.
Nova mengaku sudah menegaskan ke rekanan, mulai saat ini tidak ada lagi waktu bersantai-santai. Harus kerja ekstra, termasuk konsultan karena kerja konsultan bukan menonton saja, melainkan harus mampu memberikan masukan ke rekanan cara menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.
Selain itu, pengawas diminta untuk melaporkan perkembangan proyek bersumber dari APBA itu ke pihak provinsi setiap hari.
Walaupun dinilai berpotensi tidak selesai tepat waktu, kata Nova, para rekanan sudah berkomitmen akan meningkatkan kinerja dengan cara menambah para pekerja, jam kerja, dan mempercepat mobilisasi material secara terukur dan terencana dengan baik.
Nova mengatakan, ke depan semua proyek yang menggunakan dana publik dari APBK, APBA, maupun APBN harus diawasi oleh semua pihak. Harapannya agar proyek berjalan dengan baik, selesai tepat waktu. Karena kalau tidak selesai, semua pihak akan dirugikan dan ikut bertanggung jawab.
Sebelum melakukan pertemuan di kantor bupati, Wagub didampingi Ketua Tim Pengendali dan Percepatan (P2K) APBA Taqwallah dan Kepala Bapeda Aceh, Azhari, dibawa turun ke dua lokasi proyek tersebut. Setelah itu, Wagub dan tim SKPA bergerak ke wilayah Pemko Lhokseumawe dengan agenda yang sama.[] (*sar)




