BANDA ACEH – Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (Mapesa) kembali menemukan batu nisan tokoh negara Kesultanan Aceh Darussalam.

Kali ini, dalam ekskavasi liar selama tiga hari, ditemukan batu nisan cucu perempuan dari Sultan Al Kahar yang agung.

“Abu Taqiyuddin Muhammad, selaku pembaca inskripsi di batu nisan tersebut, mengatakan, di batu nisan yang berada dalam kompleks makam Raja Raja Gampong Pande, itu tertulis, dengan khat bahasa Arab, yang artinya, 'Ini kubur tuan kami (sayyidatuna) Ummu Bangta Raja Meukuta Alam Putri (binti) Sultan Ali Ri'ayat Syah bin Sultan 'Alauddin Al Kahar',” kata Mizuar Mahdi, ketua Mapesa.

Temuan bersama ekskavasi liar tersebut, bersamaan dengan meuseuraya di Gampong Pande, Ahad 23 April 2017.

Sebagaimana diketahui, Sultan 'Alauddin Al Kahar adalah sultan Negara Kesultanan Aceh Darussalam yang mengirim utusan ke Sultan Turki Usman Sultan Suleyman Kanuni Yang Mulia, pada tahun 1566-an Masehi.

Kafilah tersebut tidak sempat berjumpa dengan Al Kanuni, karena syahid berperang di Hongaria. Penggantinya adalah anaknya yang dijuluki Sultan Selim II menerima utusan Aceh, kafilah tersebut kemudian dikenal dengan kafilah Lada Sucupak.[]