IDI RAYEK – Enam korban mengalami luka-luka akibat kebakaran sumur minyak di Dusun Bhakti, Gampong Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, masih dirawat di RSUD dr. Zubir Mahmud, Idi Rayeuk. Sebagian korban, kini kondisinya mulai membaik.
Jumlah korban dirawat di rumah sakit tersebut mulanya 27 orang, tapi sebagian dirujuk ke RSUD dr. Zainoel Abidin, Banda Aceh, karena mengalami luka berat atau dalam kondisi kritis.
Kasi Informasi RSUD dr. Zubir Mahmud, dr. Cut Sofiana, S.KM., kepada portalsatu.com/, Sabtu, 28 April 2018, mengatakan, jumlah korban kebakaran yang dirawat di rumah sakit ini tinggal enam orang. “Dari jumlah pasien enam orang tersebut dua di antaranya sudah dilakukan operasi. Seharusnya tiga korban yang harus dioperasi, tapi satu orang lagi gagal disebabkan sudah mengonsumsi makanan terlebih dahulu,” katanya.
Cut Sofiana menyebutkan, enam pasien yang masih mendapatkan perawatan secara intensif itu adalah Halimah (70), warga Desa Bhom Lama, Agus Salim (26), Fakhrurrazi (17), M. Aiyub (29), M. Hafid (24), warga Desa Pasir Putih, Kecamatan Rantau Peureulak, dan Safriadi (25), warga Desa Beusa Baroh, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur.
“Kondisi pasien saat ini tampaknya sebagian sudah mulai membaik. Mereka masih membutuhkan perawatan secara intensif, karena ada tiga korban yang dikategorikan mengalami luka parah. Akan tetapi, nantinya akan dilihat lagi perkembangan kondisi korban itu oleh dokter spesialis bedah, apakah perlu dirujuk atau tidak,” ujar Cut Sofiana.
Menurut Cut Sofiana, saat ini korban kebakaran itu tidak boleh mengonsumsi makanan yang pedas-pedas, karena akan memengaruhi rasa nyeri di bagian luka bakar.
“Kita tetap berkoordinasi dan bekerja sama dengan pihak terkait lainnya. Artinya dalam menangani para korban kebakaran maupun pasien lainnya tidak mengalami kendala yang berarti. Alhamdulillah aman dan lancar,” kata Cut Sofiana.[]
Penulis: Muhammad Fazil



