Karya: Taufik Sentana*

Sempurnalah titah kenabian
Melintasi zaman
Dalam ragam watak kemanusiaan
Hingga tiba di pundak sayyidul Ambiya
Penerus risalah Ibrahim yang lurus
Lalu menjadi saksi tentang ajaran samawi
Yang hanif-murni, tunduk-patuh, tanpa syirik.

Lembah, laut, gurun dan hutan terberkati sudah.
Setiap benda semesta memantik rahmatNya
Dengan kehadiranmu………..

Api Persia telah padam
Kastil kastil berguncang
Dan patung patung rubuh.
Namamu yang “terpuji dan dipuji” 
Menjadi garansi mulia dari sisi Yang Mulia.

Yang membencimu telah engkau sisipkan doa
Agar dari sulbi mereka terlahir pemuja Allah Yang Esa.
Yang jujur membencimu akan menemukan kebenaran.
Bahwa engkau bukan pendusta, 
bukan dukun dan tidaklah gila.
Dari bibirmu hanya ucapan yang diwahyukan.

Dalam satelit kami
Engkaulah mentari 
Dan engkaulah rembulan:
Engkaulah keindahan kami
Pada siang dan malam hari.
Engkaulah kegembiraan kami
Dalam setiap keadaan,
“Shalawat dan salam selalulah tercurah dari Kekasihmu”.[]

*Penyuka prosa religi