ANKARA – Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan salah satu tentara kudeta Turki yang menyandra Kepala Staf Umum pada 15 Juli 2016 meminta pimpinan tertinggi militer Turki itu untuk berbicara dengan Fetullah Gulen.
Dalam sebuah wawancara dengan France 24 pada hari Sabtu, Erdogan mengatakan tentara kudeta yang ditangkap kini mengungkapkan sumber instruksi mereka.
“Salah satu dari mereka yang menyandra kepala staf militer Turki bahkan mengatakan, 'Anda akan saya hubungkan sehingga bisa berbicara dengan pemimpin kami Fetullah Gulen,'” kata Erdogan, sebagaimana disiarkan Anadolu Agency.
Sabtu lalu, polisi anti huru hara menjaga markas Staf Umum di Ankara, sebuah lokasi yang jadi salah satu titik fokus upaya kudeta dari 15 Juli.
Perwira senior yang menolak kudeta disandera, termasuk Kepala Staf Umum Jenderal Hulusi Akar. Akar kemudian diselamatkan.
Pemerintah Turki telah berulang kali mengatakan upaya kudeta yang mematikan pada 15 Juli, yang menewaskan setidaknya 246 orang dan melukai lebih dari 2.100 orang lain, dibuat oleh pengikut Fetullah Gulen yang tinggal di Amerika.
Gulen dituduh telah lama menjalankan kampanye untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi lembaga Turki, khususnya militer, polisi, dan peradilan, ia membentuk apa yang dikenal sebagai 'negara paralel'.[]



