BANDA ACEH – Perwakilan dari 15 instansi di Aceh Besar dan Provinsi Aceh mengikuti pelatihan pembangunan inklusi disabilitas oleh Konsorsium Proyek Aceh Community Based Inclusive Development (ACBID), Yayasan Forum Bangun Aceh (FBA), dan PASKA Aceh. Pelatihan ini berlangsung pada Senin-Selasa, 13-14 Maret di Hotel Hijrah, Lambaro, Aceh Besar.

Koordinator Proyek FBA Nurul Asyura mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu dari rangkaian proyek ACBID terkait dengan peningkatan pemahaman dan penyadaran tentang isu disabilitas yang melibatkan para pemangku kepentingan dalam hal ini di level Kabupaten di Aceh Besar.

Sementara Direktur FBA Fakhrurrazi mengatakan, para penyandang disabilitas merupakan bagian dari masyarakat yang dapat mengambil peran dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, terutama di sektor yang memiliki dampak langsung dengan mereka. 

“Sehingga dengan mempertimbangkan hal tersebut, kita berharap bahwa pelatihan ini bisa membantu para stakeholder meningkatkan kesadaran, pemahaman, kepedulian, komitmen, dan praktik dalam memenuhi hak orang dengan disabilitas. Stakeholder dapat meminimalisi diskirminasi orang dengan disabilitas dengan menyediakan aksesisibilitas yang wajar dalam lingkungannya serta orang dan organisasi disabilitas secara inklusif dapat dilibatkan, baik dalam proses perumusan kebijakan dan penerapannya di dalam masyarakat,” ujarnya kepada portalsatu.com.

Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Aceh Besar Rusydi mengapresiasi pelatihan ini. Dalam sambutannya, ia mengatakan, Dinas Sosial Aceh Besar merasa mendapat semangat dan energi baru dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang dialami oleh para penyandang disabilitas di Kabupaten Aceh Besar.

Kolaborasi dan perhatian dari seluruh elemen masyarakat, lebih khusus para pemangku kepentingan dan pengambil kebijakan di Aceh Besar dalam meningkatkan partisipasi para penyandang disabilitas, sangat diperlukan.

“Oleh karenanya, saya mewakili kepala dinas mengharapkan bapak ibu yang hadir mewakili lembaganya agar bisa memanfaatkan pelatihan dua hari ini dengan maksimal agar nantinya bisa diakumulasi dalam program-program yang akan diimplementasi di Aceh Besar.”[] (*sar)