BLANGKEJEREN – Pertandingan sepak bola Antar Kampung (Tarkam) yang diselenggarakan Askab PSSI Gayo Lues dalam rangka memperebutkan piala bergilir Bupati Gayo Lues berlangsung meriah. Ribuan penonton ikut menyaksikan laga final antara Rekot A Vs Kutelintang FC di Stadion Seribu Bukit Blangkejeren, Jum’at, 2 September 2022.

Sejak awal laga dimulai, keseblasan Rekot A terus melancarkan serangan ke gawang Kutelintang FC, hal itu membuat pemain Kutelintang FC terpaksa bertahan meskipun sesekali mencoba menyerang.

Setelah 20 menit berjalan pertandingan, tim Rekot A berhasil membobol gawang Kutelintang FC melalui tendangan Anggi nomor punggung 20, skor 1:0 berlangsung hingga babak pertama berakhir.

Sementara di babak kedua pertandingan, keseblasan Kutelintang FC berulang kali melakukan serangan ke gawang Rekot, dan menjelang pertandingan berakhir, Masja dengan nomor punggung 28 berhasil mencetak gol ke gawang Rekot, skorpun menjadi imbang 1:1 hingga pertandingan berakhir.

Namun saat masuk ke babak penalti, keseblasan Rekot berhasil melibas Kutelintang FC, di mana penendang pertama, kedua dan ketiga Kutelintang gagal membobol gawang Rekot, sedangkan tiga orang penendang tim Rekot berhasil membobol gawang Kutelintang, skor akhir penalti menjadi 3:0.

Bupati Gayo Lues M. Amru, mengajak seluruh masyarakat dan pencinta bola agar kembali mengulang sejarah, di mana sebelumnya, tim Gayo Lues pernah masuk ke divisi liga utama.

Ketua Askab PSSI Gayo Lues M.Amin, mengatakan pertandingan sepak bola Antar Kampung sangat didukung semua pihak, selain berlaga di dalam arena hijau, sepak bola juga dijadikan sebagai ajang silaturahmi.

“Ke depan, kami dari Askab PSSI Gayo Lues akan menggelar pertandingan U 16, U 19 dan 21 juga, supaya ada generasi penerus kita di masa yang akan datang. Dan terkait adanya kelemahan-kelemahan di panitia, itu menurut kami hal yang wajar dan akan kami jadikan pelajaran, sehingga di masa yang akan datang tidak terjadi lagi,” katanya.[]