LHOKSEUMAWE – Tim bea cukai Kota Lhokseumawe mengunjungi kebun Agro Wisata Pertanian Dan Industri di kawasan industri milik PT Aceh Milenium, di Loh Angen, Gampong Paloh Dayah, Kecamatan Muara Satu.
Dalam kesempatan tersebut, tim menyerahkan plakat penghargaan sebagai Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang telah memproduksi pupuk organik berbahan baku dari limbah-limbah kotoran hewan (kohe).
Pihak bea cukai Lhokseumawe memberikan apresiasi dan dukungan terhadap yang dilakukan oleh Teuku Zulkarnaini selaku Dirut PT Aceh Milenium.
Pada kesempatan itu Zulkarnaini menyampaikan master plant bisnis UMKM yang tengah dirintisnya untuk membuat suatu usaha dari hulu sampai ke hilir sehingga muncul multi efek demi pertumbuhan ekonomi masyarakat menengah ke bawah. Sebagai contoh adalah apa yang diakukannya sekarang.
Usaha yang dilakukan pihaknya meliputi pemeliharaan atau pengemukan lembu, kotoran bisa diolah menjadi pupuk organik yang digunakan oleh petani supaya menghasilkan produk-produk palawija yang organik pula, sehingga yang digunakan mayarakat akan lebih sehat, serta terbukanya objek lapangan kerja.
Zulkarnaini mengatakan, pihaknya mengharapkan kepada semua pihak, khususnya Pemerintah Kota Lhokseumawe untuk mendukung kegiatan UMKM, serta mempromosikan atau menggunakan semua produk lokal hasil kreasi anak negeri.
"Seperti untuk perawatan taman kota dan taman-taman di perkantoran disarankan memakai pupuk organik, karena sekaligus dapat memperbaiki ekosistem tanah, tidak lagi menggunakan pupuk kimia," kata Zulkarnaini.
Sementara Kepala Bea Cukai Lhokseumawe, Mochammad Munif, mengatakan, pihaknya mengapresiasi upaya yang dilakukan PT Aceh Milenium dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Hal tersebut, kata dia,sejalan dengan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Bea Cukai Lhokseuamawe menerjemahkannya dengan melaksanakan program "UMKM bidik ekspor", di mana Bea Cukai Lhokseumawe terus memberikan dorongan agar UMKM di Aceh dapat go international dengan berani melakukan ekspor.
"Dalam upaya ini, Bea Cukai Lhokseumawe telah melaksanakan asistensi peningkatan produksi yang berorientasi ekspor ke beberapa UMKM. Bea Cukai Lhokseumawe juga siap memberikan layanan 24/7 atau 24 jam sehari, 7 hari sepekan, berupa layanan ekspor dan layanan konsultasi kepabeanan, dan pastinya bebas biaya (no tipping)," kata Munif, kepada portalsatu.com/, Jumat, 2 September 2022.
Kepala Bea Cukai berharap, produk PT Aceh Milenium maupun produk UMKM lainnya dapat menembus pasar internasional, dan Bea Cukai Lhokseumawe siap mensupport hal tersebut.
"Karena, legal itu mudah," kata Munif.[]





