Senin, Juli 22, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaBerita Aceh UtaraRekanan Dua Proyek...

Rekanan Dua Proyek Ini Kembalikan Dana ke Kasda Aceh Utara Sesuai Rekomendasi BPK

LHOKSUKON – Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Aceh Utara telah menindaklanjuti rekomendasi BPK terkait temuan kekurangan volume pekerjaan mengakibatkan kelebihan pembayaran pada dua proyek tahun anggaran 2021.

Dua proyek tersebut yakni Pematangan Lahan yang Diikuti dengan Pembangunan Fisik, dan Pembangunan/Revitalisasi Infrastruktur Fisik di Dalam Sentra IKM.

Kepala Disperindagkop-UKM Aceh Utara, Iskandar, S.STP., M.Si., kepada portalsatu.com, Jumat, 2 September 2022, mengatakan rekanan/kontraktor dua kegiatan tersebut sudah mengembalikan kelebihan bayar ke Kas Daerah Aceh Utara pada Kamis (1/9). Jumlah dana yang dikembalikan ke Kasda sesuai dengan rekomendasi BPK.

Iskandar turut mengirimkan kepada portalsatu.com via pesan WhatsApp foto tanda bukti pengembalian dana lebih bayar yang telah disetor oleh rekanan dua proyek itu ke Rekening Kas Umum Daerah Aceh Utara.

Diberitakan sebelumnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan kekurangan volume pekerjaan proyek Pematangan Lahan yang Diikuti dengan Pembangunan Fisik pada Disperindagkop-UKM Aceh Utara tahun anggaran 2021.

Temuan kekurangan volume pekerjaan proyek tersebut diungkapkan BPK Perwakilan Aceh dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Atas Laporan Keuangan Pemkab Aceh Utara Tahun Anggaran 2021, yang diterbitkan pada 23 Mei 2022.

Dalam LHP tersebut disebutkan proyek senilai Rp1,2 miliar lebih itu sudah selesai dikerjakan dan diserahterimakan dengan berita acara tanggal 5 Oktober 2021. Pembayaran pekerjaan tersebut terealisasi 100 persen.

BPK mengungkapkan hasil pemeriksaan fisik bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), kontraktor pelaksana, dan konsultan pengawas pada 12 April 2022, menunjukkan bahwa terdapat kekurangan volume pada proyek tersebut yang mengakibatkan kelebihan pembayaran sebesar Rp32,1 juta lebih. Kekurangan volume pekerjaan di antaranya pada urukan tanah halaman, serta pemadatan tanah dan pemerataan.

BPK merekomendasikan agar Bupati Aceh Utara melalui kepala dinas supaya memerintahkan PPK dan PPTK agar lebih optimal dalam melakukan pengawasan dan pengendalian atas pekerjaan yang menjadi kewenangannya. Selain itu, menarik kelebihan pembayaran dan menyetorkan ke kas daerah.

BPK juga menemukan kekurangan volume pekerjaan senilai Rp5,4 juta pada Pembangunan/Revitalisasi Infrastruktur Fisik di Dalam Sentra IKM pada Disperindagkop-UKM Aceh Utara tahun anggaran 2021. Proyek senilai Rp758,1 juta itu sudah selesai dikerjakan dan diserahterimakan dengan berita acara tanggal 4 Oktober 2021.[](red)

Baca juga: