BANDA ACEH – Forum Demokrasi Pemuda Aceh Selatan Serantau (FORSI PASS) mendorong Rafli Kande untuk maju pada pilkada Bupati Aceh Selatan 2018. Mereka menilai Rafli sebagai sosok yang merakyat, yang siap mendengarkan keluhan-keluhan dan berdiskusi persoalan-persoalan berkaitan dengan rakyat.

“Beliau sosok yang dekat dengan kalangan pemuda dan gemar berdiskusi dan berbagi dengan pemuda,” ujar Juru Bicara FORSI PASS, Satria Muchayar, melalui siaran persnya kepada portalsatu.com, Senin, 3 April 2017.

Alasan FORSI PASS mengusung Rafli bukan tanpa alasan. Mereka merujuk kepada kondisi daerah Aceh Selatan sebagai salah satu kabupaten tertua di kawasan Barat Selatan Aceh, yang kondisi pembangunannya sangat memprihatinkan.

Selain itu, pembangunan di Aceh Selatan juga dinilai belum menyentuh langsung pada kepentingan masyarakat kecil. Demikian juga dengan perputaran perekonomian di masyarakat yang semakin sulit dan berbagai polemik lainnya. 

“Tentunya semua itu tidak terlepas dari kebijakan kepemimpinan yang ada di daerah yang kerap disebut negeri pala ini,” katanya.

Mereka menilai untuk memperbaiki Aceh Selatan agar lebih baik, maka diperlukan kepemimpinan yang benar-benar siap menjawab kerinduan rakyat Aceh Selatan tersebut. Hal ini menurut mereka bisa terjawab dengan akan berlangsungnya pesta demokrasi di Aceh Selatan pada 2018 ini.

Disamping itu, kata dia, tak dapat dipungkiri bahwa kabupaten Aceh Selatan merupakan daerah yang memiliki keberagaman. Salah satunya seperti dari segi bahasa yang dipergunakan dalam komunikasi sehari-hari warga Aceh Selatan, seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Aceh, Bahasa Aneuk Jamee, dan Bahasa Kluet. 

“Keberagaman tersebut mestinya menjadi kekuatan untuk mewujudkan pembangunan Aceh Selatan. Dalam hal ini dibutuhkan sosok perekat yang senantiasa menjadikan dirinya sebagai sarana untuk mewujudkan kerinduan rakyat,” ujarnya.

Latarbelakang seperti inilah yang dinilai FORSI PASS melekat pada Rafli Kande. Selain dia dinilai sebagai sosok yang berpegang teguh pada nilai-nilai Islam, yang dapat menjadi modal penting dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih.

“Bahkan yang sangat menarik kami lihat dalam rapat dengar pendapat (RDP) DPD-RI dengan kementerian, secara tegas Rafli Kande menolak adanya fee proyek dalam pelaksanaan program kerakyatan,” kata Satria Muchayar.

Di sisi lain, Rafli Kande juga disebut-sebut memiliki hubungan baik dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, bahkan juga memiliki relasi internasional (luar negeri) yang dapat dijadikan kekuatan untuk membangun Aceh Selatan ke depan. Rafly Kande juga diyakini sebagai sosok perekat segenap elemen masyarakat Aceh Selatan dengan mengesampingkan isu suku, ras dan hal lainnya. 

“Mengingat kultur kehidupan masyarakat Aceh Selatan yang terdiri dari berbagai suku yang berbeda. Sehingga dapat menjalankan roda kepemimpinan yang tidak mengedepankan ego sektoral sebagaimana yang terjadi beberapa tahun belakang,” katanya.

Mereka juga menilai sosok Rafli Kande tidak hanya dikenal di kalangan masyarakat Aceh selatan, tapi juga dikenal di seluruh Indonesia bahkan sudah go Internasional. 

“Hal ini tidak terlepas dari popularitas dan elektabilitas beliau yang dapat dijadikan modal awal untuk memenangkan Pilkada Aceh Selatan kedepannya,” katanya lagi.

Hal ini pula yang kemudian menjadi alasan para pemuda Aceh Selatan di Banda Aceh dan Aceh Besar membentuk forum ini.

“Sosok seperti Rafli Kande perlu kita dorong untuk pulang ke Aceh Selatan maju sebagai pengambil kebijakan (eksekutif/bupati) sehingga beliau dapat berbuat langsung dan lebih banyak kepada masyarakat Aceh Selatan,” ujarnya.

Dia turut mengajak segenap elemen masyarakat Aceh Selatan untuk bersama-sama nantinya mendukung Rafli Kande. FORSI PASS bahkan mengaku siap terjun langsung ke daerah untuk memenangkan Rafli Kande pada Pilkada 2018.

“(Kami kalangan pemuda) juga siap untuk mengawal kepemimpinan (control sosial pemerintahan) beliau jika diberi amanah oleh masyarakat nantinya,” kata Satria Muchayar.[]