Sabtu, Juli 20, 2024

Peringati Haul Abati Banda...

LHOKSEUMAWE - Ratusan jamaah Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi'i Aceh menggelar pawai akbar dalam...

Pj. Bupati Aceh Utara...

ACEH UTARA - Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyerahkan bantuan masa panik secara simbolis...

Sekum PB PON Wilayah...

BANDA ACEH – Progres pembangunan beberapa venue untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI...

PT PIM Bantu Korban...

ACEH UTARA - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menyerahkan bantuan kepada korban badai...
BerandaForum PRB Minta...

Forum PRB Minta Pemerintah Aceh Utara Fokus Minimalisir Potensi Banjir

LHOKSEUMAWE –   Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Aceh Utara minta pemerintah setempat fokus meminimalisir potensi banjir di sejumlah kecamatan yang ada di Aceh Utara.

“Bencana banjir di Aceh Utara merupakan koneksitas dari daerah lainnya seperti Bener Meriah. Kita minta Pemerintah setempat untuk membangun komunikasi lebih intens terhadap permasalahan banjir yang kerap terjadi,” kata Dahlan M. Isa, ketua harian Forum PRB Aceh Utara kepada portalsatu.com usai pertemuan dengan stakeholder di gedung Hasby As-Shiddiqy, Sabtu, 26 Maret 2016.

Dahlan mengatakan, dengan adanya upaya tegas pemerintah Aceh Utara dalam melakukan komunikasi dengan Bener Meriah maka dampak banjir ke kawasan Aceh Utara pastinya akan terus menurun. Pasalnya, Bener Meriah merupakan kawasan dataran tinggi dan banyak masyarakat di sana membuka lahan baru untuk perkebunan serta pertanian.

“Dengan maraknya pembukaan lahan baru di daerah tersebut, secara otomatis Aceh Utara yang merupakan tetangganya akan berdampak buruk. Jika intensitas curah hujan tinggi di sana pastinya aliran air tersebut akan bermuara ke sejumlah kecamatan di Aceh Utara dan akhirnya mengalami banjir,” ujar Dahlan

Dalam pertemuan tersebut, Forum PRB bersama sejumlah lembaga sosial dan BPBD Aceh Utara juga melakukan diskusi untuk pembentukan penguatan kapasitas masyarakat menghadapi dampak banjir.

“Kita akan melakukan penguatan kapasitas masyarakat baik di tingkat kecamatan hingga ke gampong-gampong untuk mensosialisasikan peran individu dalam menghadapi banjir,” kata Dahlan.

Dahlan menyebut nantinya di tiap-tiap kecamatan yang rawan banjir akan mengumpulkan  sekitar 20 hingga 25 warga untuk mengikuti pelatihan. Mereka akan diajarkan bagaimana langkah-langkah yang harus diambil jika terjadi banjir sebelum bantuan dari pemerintah ataupun elemen lainnya hadir.

“Kita terus sosialisasi penguatan kapasitas masyarakat awam sampai ke tingkat gampong, sehingga nantinya jika terjadi bencana minimal mereka bisa menolong dirinya sendiri dulu lebih awal,” pungkas Dahlan.[] 

Baca juga: