BANDA ACEH Pemerintah Aceh mematok target realisasi APBA 2016 lumayan minim untuk triwulan pertama yang akan segera berlalu, hanya 5 persen.
Target tersebut dapat dilihat pada laman resmi Unit Kerja Pengendalian dan Percepatan Kegiatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (P2K-APBA). Dari total APBA 2016 Rp12,874 triliun, sampai 31 Maret nanti, target realisasi keuangan maupun fisik hanya 5 persen.
Pantauan portalsatu.com pada laman P2K-APBA itu, Sabtu, 26 Maret 2016, sampai 24 Maret, realisasi keuangan dan fisik masing-masing 4 persen. Berdasarkan data realisasi keuangan APBA per-SKPA (Satuan Kerja Pemerintah Aceh) pada laman tersebut terdapat delapan SKPA berada dalam kolom merah atau rapor merah.
Ke-8 SKPA itu rinciannya adalah empat SKPA yang realisasi keuangannya di bawah 2 persen, yaitu Dinas Bina Marga di bawah 1 persen, Dinas Sumber Daya Air dan Badan Dayah masing-masing 0,8 persen, dan Dinas Cipta Karya 0,6 persen. Berikutnya, dua SKPA di bawah 4 persen: Dinas UKM (3,1) dan Dinas Kesehatan (1,4 persen). Dua SKPA lainnya: Satpol (3,6 persen) dan Baitul Mal (2,3 persen).
Sementara 20 SKPA berada dalam kolom kuning, 12 SKPA kolom hijau, dan sembilan SKPA kolom biru (realisasi keuangan di atas lima persen).
Diberitakan sebelumnya, pengadaan barang/jasa Pemerintah Aceh sumber dana APBA tahun 2016 yang harus ditender mencapai 1.199 paket senilai Rp2,72 triliun tersebar di 40 SKPA. Namun, sampai 24 Maret, baru 19 paket atau 1 persen yang sudah dimumkan pemenang.
Sedangkan pengadaan barang/jasa dari dana Otsus untuk 23 kabupaten/kota yang harus ditender mencapai 2.024 paket senilai Rp2,101 triliun. Sebanyak 34 paket (2 persen) untuk lima kabupaten/kota sudah tanda tangani kontrak sampai 24 Maret 2016.(Baca: 1.199 Ppaket Rp2,72 Triliun Baru 1 Persen Umumkan Pemenang)[](idg)



