BANDA ACEH – Panitia pameran batu nisan Aceh yang akan dilaksanakan pada 9-16 Mei 2017 mengambil batu nisan Aceh yang telah diselamatkan di rumah Arkeolog Dr. Husaini Ibrahim pada Kamis, 20 April 2017.
Batu nisan yang ada di sana diselamatkan oleh Dr. Husaini beberapa tahun lalu karena telah dicabut dari tempatnya disebabkan di kompleks makam tersebut dibangun perkantoran di Banda Aceh, dan dari beberapa tempat lain di Aceh Besar.
Batu nisan berukirkan data sejarah tersebut dibawa ke Museum Aceh dengan mobil pick-up, untuk dijadikan bahan pameran.
Ketua Mapesa, Mizuar Mahdi, mengatakan, ada lima batang batu nisan yang diambil dari rumah Dr. Husaini Ibrahim. Satu batang nisan zaman Kerajaan Negeri Lamuri, tiga batang batu nisan zaman Aceh Darussalam.
“Satu dari lima batu itu adalah bahan baku batu nisan, sebuah batu yang telah dibentuk, tapi belum diukir. Bahan baku itu diambil di dalam air lepas pantai Lamreh, Aceh Besar. Di tempat diambilnya ada banyak bahan baku batu nisan, diperkirakan kapal pengangkutnya karam pada masa itu,” kata Mizuar Mahdi.
Sebelumnya, pada 29 Maret 2017, pihak panitia pameran mengambil batu nisan Aceh yang diselamatkan di Sekretariat Mapesa, ada 12 batang batu nisan yang diambil di sana.
Pengurus Museum Aceh, Almuniza Kamal, mengatakan, pameran yang direncanakan pada Mei tersebut, akan diisi juga dengan seminar, bekerja sama dengan Mapesa dan BPCB.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah Aceh tengah menyiapkan tim untuk mendaftarkan batu nisan Aceh di UNESCO dan Pergub untuk penyelamatannya.[] (*sar)



