GAJAH adalah hewan yang pertama kali dijinakkan sekitar 4,000 tahun yang lalu di lembah sungai Indus. Hewan yang bertipe pemarah ini dahulu setelah dijinakkan sangat berguna untuk membantu para petani dalam mengerjakan pekerjaan mereka.
Kemudian pada masa setelahnya maka mulailah terdengar suara-suara gajah perang melengking saat terjadi peperangan. Gajah- gajah yang kuat itu digunakan sebagai kendaraan, dan lain-lain seperti di masa Raja Iskandar Zulkarnaini Agung dari Macedonia ketika mengalahkan raja Darius III dari Achaemenid Persia.
Bangsa- bangsa lain juga menggunakan gajah dalam berperang seperti Suku Han Selatan di Cina,Kerajaan Khmer, Raja Rajasinghe di Sri Lanka, Khorazm, India,Burma, Vietnam, Dinasti Timuryah, dan lain-lain.
Dan juga abad ke 16 Sultan Iskandar Muda Aceh Darussalam juga memiliki ratusan gajah perang. Disebutkan, Utusan Raja Perancis menulis, di istana yang luasnya tak kurang dari dua kilometer itu ia melihat Sultan Iskandar Muda menyimpan 300 ekor pasukan gajah perang yang tak takut pada api dan tak terkejut ketika mendengar suara dentuman meriam perang di Medan Khairani dan Medan Khayali. Di dalam istana Daruddunia (Dalam), jumlah gajah Aceh Darussalam ketika itu berjumlah 900 gajah perang.
Pada tsunami 2004 si Mido adalah salah satu gajah Saree yang diikutkan untuk membantu membuka akses jalan yang tertutup oleh material berat yang sebelumnya terbawa raus Tsunami. Dan bagi sebagian masyarakat Aceh Besar, gajah-gajah tersebut sangat berjasa saat terjadi bencana Tsunami 2004 silam.
Gajah- gajah digunakan dalam peperangan dengan alasan pilihan karena kemampuannya dapat mengingat 25 perintah dan patuh pada aba-aba dan mampu membuat alat untuk digunakan sendiri. Sebagai contoh, gajah dapat mematahkan tonggak kayu, gajah mampu mendengar panggilan yang berjarak 10 kilometer dengan gelombang infrasonik.
Gajah adalah hewan perenang yang handal. Dengan tubuhnya yang besar dan berat mereka dapat mengapung dan berenang selama 6 jam dan menempuh jarak hingga 50 kilometer dalam sehari. Lagi dapat melakukan penyerangan dengan kecepatan sekitar 30 kilometer per jam. Dan yang terpenting adalah gajah punya undang-undangnya sendiri dalam hidup yakni bagi mereka kelompok (tim) adalah penting.
Di Asia gajah dapat dijumpai di India, Indonesia (gajah Sumatera, Gajah Bborneo Kalimantan). Dan di Sabah, Malaysia Timur. Sedangkan gajah di Afrika dapat ditemui di sebagian besar daratan Afrika yang berupa padang rumput.
Bangsa gajah selain peka terhadap bunyi- bunyian yang disensor sebagai bahaya juga mengetahui ekspresi manusia yang ada disekelilingnya. Tidak sedikit manusia yang mati beberapa saat setelah menghina hewan hebat ini. Mati karena diinjak atau dibenturkan pada pohon-pohon.
Gangguan gajah liar sering sekali terjadi di bener Meriah, Gayo Lues, Pidie, Calang. Gajah sama seperti manusia, selalu ingin mendengar kata-kata baik dan tidak diganggu. Gajah marah bukan kerana tanpa alasan. Mungkin saja sesuatu telah terjadi pada kelompok gajah tersebut. Baik perburuan gading gajah liar yang dilakukan jauh di tengah rimba, penebangan liar atau penggarapan lahan baru yang terjadi di sekitar habitat kehidupan mereka.
Mungkin pawang gajah dari Conservation Response Unit (CRU) Mane dan Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, bisa bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSD) agar dapat menjaga wilayah atau habitat kehidupan gajah untuk tidak dijamah oleh manusia untuk maksud apapun.
Jika mau mungkin saja Pemko Banda Aceh bisa memanfaatkan tenaga dan kecerdasan Gajah untuk bekerja dalam tata ruang kota, seperti untuk memindahkan batang-batang pohon yang tumbang di jalan raya dan pada bidang yang sesuai lainnya. Juga dengan kehadiran gajah di tengah kota mungkin akan bisa menambah keunikan dan keindahan kota Banda Aceh. Selamatkan Gajah-Gajah Sumatera.[]
Bahan bacaan; https://id.wikipedia.org/wiki/Iskandar_Muda_dari_Aceh, https://www.merdeka.com/peristiwa/menengok-gajah-penolong-dampak-tsunami-aceh.html, http://www.gosumatra.com/gajah-sumatera/, https://ms.wikipedia.org/wiki/Gjah_perang, http://www.re-tawon.com/2013/01/gajah-afrika-hewan-darat-terbesar-di.html, https://arc300.wordpress.com/2011/04/27/hewan-hewan-terkuat-di-dunia/, http://aceh.tribunnews.com/tag/gajah-liar.
Penulis: Lodins LA, peminat sosial budaya dan lingkungan hidup





