SIGLI – Jembatan rangka baja yang pembangunannya menelan biaya sebesar Rp16 miliar di Gampong Dijiem, Kecamatan Keumala, Kabupaten Pidie, terancam ambruk. Miringnya jembatan yang selesai dikerjakan tahun 2017 itu diduga akibat marak pengambilan galian C di dekat bangunan jembatan.
Kasus miringnya tiang tengah jambatan yang menghubungkan Kecamatan Sakti dan Kecamatan Keumala mengundang perhatian pihak Polres Pidie. Kapolres Pidie AKBP Imam Asfali, S.IK., berjanji pihaknya akan menelusuri apa yang menjadi penyebab olengnya konstruksi jembatan rangka baja itu, Jumat, 17 Februari 2023, malam.
“Kita akan melakukan pengecekan penyebab terjadi hampir ambruk jembatan tersebut. Termasuk pengecekan pengusaha galian C. Karena laporan kami terima, di sekitar jembatan ada galian C,” kata Kapolres Imam Asfali kepada portalsatu.com/, Senin, 20 Februari 2023.
Paling berbahaya, kata Kapolres, ada aktivitas galian C, ambil dan pergi, tanpa memperhatikan akibatnya. Oleh karena itu, yang harus ditindak agar pengambilan galian C tertib sesuai aturan.
Terkait masalah miringnya jembatan itu, Kapolres mengatakan sudah berkoordinasi langsung dengan Sekda Pidie serta dinas terkait untuk segera ditangani.
“Kita sudah meminta Sekda dan instansi terkait segera melakukan penanganan, mengingat jembatan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar Imam Asfali.
Kapolres juga terus mendalami terkait izin galian C. Apakah mereka mengantongi izin, dan izinnya sesuai dengan yang dilakukan di lapangan. Jika memang tidak sesuai atau ada pelanggaran, pihaknya akan menindak tegas sesuai aturan berlaku.
“Kita dalami dulu, jika tidak sesuai izin dan terjadi pelanggaran, tindakan tegas akan kita ambil bagi pengusaha yang telah membuat kesengsaraan orang lain,” tegas Kapolres Pidie.[](Zamahsari)




