SUBULUSSALAM – Baitul Mal Kota Subulussalam menggandeng Asosiasi Petani Kelapa Sawit (Apkasindo) Perjuangan untuk mendorong pendapatan zakat Baitul Mal dari sektor petani mandiri atau para pelaku usaha kelapa sawit.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam sosialisasi zakat dan infak untuk petani mandiri di Lantai II Kantor Kemenag Kota Subulussalam, Rabu, 31 Maret 2021.

Sosialisasi tersebut dihadiri puluhan petani mandiri dengan narasumber Ketua Baitul Mal Ustad, Sabaruddin, S. Pd. I dan Subangun Berutu Ketua Apkasindo Perjuangan Kota Subulussalam.

Ustad Sabaruddin mengatakan Kota Subulussalam memiliki potensi zakat mencapai Rp13 miliar lebih per tahun. Angka tersebut baru sekitar 50 persen dari data orang mampu non ASN yang diperoleh sesuai data BPS Kota Subulussalam.

Ustad Sabaruddin dan Sekretaris Baitul Mal Mhd Amrin Cibro

Namun kenyataannya saat ini, kata Ustaz Sabaruddin jumlah zakat yang disetor melalui Baitul Mal Kota Subulussalam hanya Rp4,7 miliar bersumber dari zakat, infak dan sedekah (ZIS) dari kalangan ASN dan sejumlah perusahaan yang ada di Kota Subulussalam.

Sabaruddin berharap melalui sosialisasi ZIS kepada petani sawit mandiri ini, jumlah pendapatan zakat Baitul Mal Kota Subulussalam ke depan diharapkan terus meningkat dibandingkan sebelumnya.

Sebagai lembaga yang mengelola harta publik, kata Sabaruddin, Baitul Mal selalu berusaha menyampaikan informasi terbuka. Salah satu buktinya di awal tahun 2021 lalu, Baitul Mal membuat laporan pendapatan dan pendistribusian dalam bentuk baliho yang di pasang di ruang publik.

Hal tersebut dilakukan agar B. Mal terus mendapatkan kepercayaan (trust) masyarakat sehingga keinginan menyalurkan zakat dan infak ke Baitul Mal semakin meningkat.

Ketua Apkasindo Perjuangan Kota Subulussalam, Subangun Berutu

Sedangkan Ketua Apkasindo Perjuangan Kota Subulussalam, Subangun Berutu menyampaikan materi penguatan kelembagaan petani sawit guna mendukung program kelapa sawit yang berkelanjutan (sustainable).

Subangun Berutu mencontohkan program kelapa sawit berkelanjutan atau berkesinambungan dilakukan secara sinergitas, di mana para petani harus mendapatkan pembinaan dan pendampingan baik itu melalui lembaga Apkasindo maupun instansi pemerintah.

“Konsepnya itu harus sustainable, ini akan kita akan wariskan sawit ini kepada generasi berikutnya. Satu contoh kita menikmati sawit saat ini adalah warisan dari pendahulu kita,” ungkap Subangun.

Subangun mengapresiasi bekerjasama Apkasindo Perjuangan dengan Baitul Mal Kota Subulussalam, dan Kemenag sebagai tuan rumah dengan menghadirkan petani-petani sawit mengikuti sosialisasi zakat dan infak untuk petani mandiri.

“Sebagian petani Kita sebenarnya sudah melaksanakan zakat infaq dan sedekah dari hasil sawitnya. Tetapi selama ini tidak terkoordinir. Satu contoh ada seorang petani dia sudah memberikan zakat infaknya di desa masing-masing. Melalui kegiatan ini ke depan penyaluran zakat lebih terkoordinir melalui Baitul Mal,” ungkap Subangun Berutu.

Sosialisasi tersebut dibuka Sekretaris Baitul Mal Kota Subulussalam, Mhd Amrin Cibro, S. Sos, M.M dengan moderator Dr. Musriaparto, M.M. []