SUBULUSSALAM – Gerakan Tanam Hijaukan Nanggroe Aceh (Tahiro Aceh) yang dipelopori Pemerintah Aceh, juga dilaksanakan di wilayah Kota Subulussalam dengan penanaman ribuan pohon.
Gerakan Tahiro Aceh diawali penanaman secara simbolis oleh Pj Wali Kota Azhari bersama Forkopimda Kota Subulussalam di seputaran Komplek Masjid Agung, Selasa, 24 Desember 2024. Turut hadir pimpinan Bank Aceh Cabang Subulussalam dan penggiat lingkungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehua
tanan (DLHK) Kota Subulussalam, Abdul Rahman Ali kepada portalsatu.com/ mengatakan kegiatan Tahiro Aceh ini dilakukan secara serentak seluruh kab/kota, termasuk Subulussalam, menindaklanjuti program Pemerintah Aceh.
Di Kota Subulussalam, kata Abdul Rahman Ali, ada sekitar 1.750 pohon terdiri dari pohon mangga, rambutan, matoa dan ketapang kencana yang akan ditanami di perkarangan kantor dan instansi yang ada di Kota Subulussalam, termasuk di kompleks masjid.
“Hari ini kita melakukan penanaman pohon dalam kegiatan Tahiro Aceh, jumlah pohonnya ada sekitar 1.750 pohon,” kata Rahman.
Ribuan pohon tersebut juga dibagikan kepada masyarakat dalam rangka menciptakan perkarangan hijau, bersih, adem dan asri.
Selain itu, kata Abdul Rahman Ali, tujuan dari gerakan penanaman pohon ini untuk kelangsungan hidup generasi ke depan. Dengan gerakan ini, diharapkan Kota Subulussalam ke depan terlihat lebih hijau dengan banyaknya tanaman berbagai jenis pohon mulai di area perkantoran, masjid, jalan umum dan di rumah-rumah warga serta di tempat-tempat strategis lainnya.[]




