Puluhan pegiat usaha bidang desain grafis di Banda Aceh membentuk Asosiasi Grafika Aceh (AGA). Perkumpulan profesi tersebut dibentuk beberapa hari lalu, menjelang dilarangnya ke tempat ramai termasuk kedai kopi di Banda Aceh.
Pada pertemuan tersebut dipilih ketua dan pengurus AGA periode 2020-2025. Pada pemilihan, muncul lima orang calon ketua. Kemudian, menyisakan dua calon terkuat yaitu Tarmizi dari Atjeh Advertising dan Nasrullah dari Bidari Scan. Akhirnya Tarmizi memenangkan pemilihan dengan selisih empat suara Nasrullah. Dengan demikian, Tarmizi diangkat menjadi ketua dan Nasrullah menjadi sekretaris.
Salah seorang inisiator AGA, A. Salam, ST (A. Sahut) mengaku terharu dengan terbentuknya perkumpulan tersebut. Ia berharap dengan terbentuknya AGA, pengusaha grafika Aceh menjadi lebih terkoordinir dan lebih maju.
“Rencana pembentukan ini sudah tiga kali tahapan, yaitu sepanjang tahun 2006, 2014, dan 2020 baru berhasil didirikan. Maknanya ini momen baik untuk memajukan bidang usaha grafika, maju dan teruslah berkiprah buat pengurus, selamat,” ungkap A Sahut, pemilik usaha Studio 12.
Kata Sahut, selain dirinya Mahdani (Syeh) pengusaha Magenta Digital Printing termasuk pelaku sejarah pembentukan AGA.
Salam mengatakan, pada Sabtu, 8 Maret 2020 sebelum proses duek pakat dan pembentukan AGA, komunitas ini mengadakan Family Gathering Advertising & Digital Printing Aceh 2020 di Pantai Riting, Leupung Aceh Besar yang diketuai oleh Safrijal Dj Galery.
Saat itu, sejumlah 50 lebih peserta, semangat keakraban dan kekeluargaan itu termasuk sebagai pemicu optimisme keberlanjutan pembentukan AGA yang sempat tertunda sejak 2006 dan 2014.
Aktivitas family gathering ini sekaligus menjadi pertemuan pertama pasca 2014 para pengusaha grafika Aceh mengadakan pertemuan silaturrahmi.
Keinginan mendirikan organisasi AGA sudah muncul sejak 2006, namun tak sempat dibentuk pengurus, hanya sampai pada tahap akta notaris, lalu pada 2014 dicoba dirikan kembali yang di Rumah Makan Syiah Kuala, namun belum juga berhasil, hanya sampai pada tahap pembentukan panitia formatur.
Pelantikan pengurus AGA periode 2020-2025 direncanakan ketika keadaan sudah dimungkinkan pasca persoalan bencana virus covid-19 berakhir.
AGA akan berafiliasi dengan pemda, refleksi dari pentingnya hubungan kerja sama yang baik antara pemerintah dengan pengusaha grafika Aceh ke depan.
Selain A. Sahut dan Mahdani, tokoh lain yang juga merupakan pelaku sejarah pembentukan organisasi pengusaha grafika Aceh Abdullah HM Johan (Wak Doel) pemilik Warna Design Grafis.
Pertemuan pembentukan AGA dilangsungkan pada Sabtu, 21 Maret 2020, di Pasific Cafe and Resto, Lamteh, Ulee Kareng, Banda Aceh, usai shalat isya.
Acara tersebut dihadiri sekira 40-an pemilik usaha percetakan dan digital printing di Banda Aceh. Keputusan hasil duek pakat pada malam tersebut antaranya; terpilihnya struktur kepengurusan AGA periode 2020-2025.[] Rilis





